faktakalbar

Rusak Populasi Ikan, Penggunaan Racun dan Setrum Ancam Ekosistem Sungai Kapuas Hulu

Aktivitas penangkapan ikan menggunakan alat pemancar listrik dan zat kimia racun terus ditekan karena mengancam kelangsungan populasi biota sungai di Kabupaten Kapuas Hulu.

Penulis: Natash Sunday, 26 July 2026 📖 1 menit
Rusak Populasi Ikan, Penggunaan Racun dan Setrum Ancam Ekosistem Sungai Kapuas Hulu
Ilustrasi aktivitas meracuni ikan. (Dok. Ist)

Aktivitas penangkapan ikan menggunakan alat pemancar listrik dan zat kimia racun terus ditekan karena mengancam kelangsungan populasi biota sungai di Kabupaten Kapuas Hulu.

Penggunaan alat tangkap destruktif tersebut dinilai berpotensi memusnahkan benih-benih ikan serta merusak tatanan ekosistem perairan darat secara permanen.

Guna mencegah kehancuran habitat perairan, edukasi dan dialog langsung bersama masyarakat pesisir terus digalakkan oleh aparat penegak hukum perairan.

Personel lapangan mendatangi pengguna transportasi air dan kelompok nelayan guna menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sungai.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menggunakan alat setrum maupun racun dalam menangkap ikan. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut juga berdampak buruk terhadap kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan perairan. Mari bersama-sama menjaga sungai sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat," ujar personel Satpolair Polres Kapuas Hulu Budi.

Pemanfaatan hasil perikanan secara ramah lingkungan menjadi faktor penting agar sumber daya alam dapat dinikmati hingga generasi mendatang.

Masyarakat diharapkan proaktif melaporkan setiap potensi pengrusakan lingkungan sungai di wilayah permukiman masing-masing.

Pendekatan preventif ini berhasil menjaga kondisi lingkungan perairan tetap steril dari aktivitas penyetruman dan racun selama masa pemantauan.

Kehadiran petugas di kawasan pesisir sungai diharapkan dapat memicu perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola potensi alam.

Perlindungan ekosistem perairan darat membutuhkan partisipasi kolektif agar manfaat ekonomi dari sektor perikanan tetap berkelanjutan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK