faktakalbar

Ratusan Warga Dusun Molo Unjuk Rasa Tolak Pembangunan Yon TP 926 di Bengkayang

Faktakalbar.id - Ratusan warga Dusun Molo menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana pembangunan Yon TP 926 di Bengkayang, Kalimantan Barat

Penulis: Natash Friday, 07 August 2026 📖 1 menit
Ratusan Warga Dusun Molo Unjuk Rasa Tolak Pembangunan Yon TP 926 di Bengkayang
Warga Dusun Molo membentangkan spanduk penolakan terhadap penggunaan lahan pertanian untuk markas militer di Kecamatan Lumar. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Ratusan warga Dusun Molo menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana pembangunan Yon TP 926 di Bengkayang, Kalimantan Barat pada Senin (27/7/2026).

Aksi damai yang berlangsung di Desa Seren Selimbau, Kecamatan Lumar tersebut diikuti oleh tokoh adat, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, hingga pemuda setempat.

Massa membentangkan spanduk serta poster berisi tuntutan agar lahan pertanian, perkebunan, dan hutan adat tidak dijadikan kompleks militer.

Warga mengkhawatirkan alih fungsi kawasan produktif tersebut dapat menggerus ruang hidup serta sumber mata pencaharian yang telah dikelola secara turun-temurun.

Perwakilan masyarakat menegaskan bahwa langkah demonstrasi ini murni dilakukan demi mempertahankan keberlangsungan perekonomian warga di wilayah tersebut.

"Kami bukan menolak negara, tetapi kami menolak pembangunan batalyon ini karena menyangkut ruang hidup kami, anak cucu kami, serta sumber mata pencaharian yang sudah turun-temurun di sini," ujar salah seorang perwakilan warga.

Selain melakukan orasi di lapangan, masyarakat menyerahkan dokumen resmi berisi tuntutan penolakan kepada pihak-pihak terkait.

Warga menegaskan bahwa aksi protes ini sama sekali tidak bertujuan untuk menolak keberadaan TNI maupun sistem pertahanan nasional.

Masyarakat meminta pemerintah pusat dan daerah mempertimbangkan lokasi alternatif yang lebih tepat guna menghindari benturan dengan permukiman warga.

Musyawarah yang transparan dan terbuka dinilai menjadi solusi penting agar kebijakan pembangunan Yon TP 926 di Bengkayang tidak merugikan masyarakat adat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK