Rakorda MUI di Pontianak Bakal Gagas Penulisan Buku Islam Borneo Lintas Negara
Faktakalbar.id - Rapat Koordinasi Daerah Majelis Ulama Indonesia Wilayah V se-Kalimantan di Pontianak pada 21–23 Agustus 2026 bakal menyepakati proyek penulisan buku Islam Borneo sebagai dokumentasi sejarah peradaban kawasan.
Faktakalbar.id - Rapat Koordinasi Daerah Majelis Ulama Indonesia Wilayah V se-Kalimantan di Pontianak pada 21–23 Agustus 2026 bakal menyepakati proyek penulisan buku Islam Borneo sebagai dokumentasi sejarah peradaban kawasan.
Inisiatif penyusunan karya literatur tersebut dirancang secara komprehensif mencakup rekam jejak Islam di lima provinsi Indonesia, Sabah, Sarawak, hingga Brunei Darussalam.
Rencana penerbitan ini menjadi salah satu dari tujuh materi utama yang dibahas oleh sekitar 300 ulama se-Kalimantan dalam pertemuan di Grand Mahkota Hotel Pontianak.
Selain aspek sejarah, para peserta forum bakal merumuskan langkah strategis terkait pengembangan ekonomi syariah, penguatan ekosistem halal, serta perlindungan masyarakat dari bahaya narkoba.
Ketua Panitia Muhammad Sani menyebutkan bahwa perwakilan ulama dari rumpun Melayu di kawasan Borneo turut mengonfirmasi kehadiran mereka.
"Utusan dari Sarawak, Malaysia, serta perwakilan Majelis Ugama Islam Brunei Darussalam telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Ini menjadi bentuk penguatan ukhuwah Islamiyah dan kerja sama keagamaan lintas negara," ujarnya.
Kerja sama lintas batas tersebut dipertajam melalui program penulisan buku Islam Borneo guna mencatat kontribusi kultural dan sosial umat Islam secara mendalam.
Melalui sidang komisi dan pleno malam hari, persidangan ditargetkan melahirkan serangkaian fatwa isu-isu aktual serta rekomendasi eksternal di bidang ekonomi dan ekologi.
Ketua MUI Kalbar Basri Har menyatakan kesiapan penuh panitia daerah dalam memfasilitasi setiap pembahasan isu strategis keumatan tersebut.
"Menjadi tuan rumah bukan sekadar menyediakan tempat dan konsumsi. Menjadi tuan rumah berarti menunjukkan keramahan, profesionalisme, dan kemampuan mengelola perbedaan menjadi kekuatan bersama," ujarnya dalam rapat persiapan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Senin, 8 Juni 2026.
Setelah agenda persidangan usai, panitia memfasilitasi kunjungan muhibah peserta menuju Kuching, Sarawak, Malaysia pada 24–26 Agustus 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.