Puluhan UMKM Kuliner Padati Arena CFD Ketapang, Putar Roda Ekonomi Warga
Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memadati arena Car Free Day di sepanjang rute Taman Kedondong hingga Simpang Tiga Jalan HOS Cokroaminoto pada Minggu (26/7/2026). Kehadiran stan kuliner, minuman segar, serta produk kerajinan lokal kha…
Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memadati arena Car Free Day di sepanjang rute Taman Kedondong hingga Simpang Tiga Jalan HOS Cokroaminoto pada Minggu (26/7/2026).
Kehadiran stan kuliner, minuman segar, serta produk kerajinan lokal khas daerah menjadi magnet utama ribuan pengunjung yang berolahraga di pusat Kota Ketapang.
Sektor usaha kecil memanfaatkan momentum penutupan lalu lintas kendaraan ini untuk memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan omzet penjualan mingguan.
Guna menjaga kelayakan ruang publik, para pedagang secara mandiri menyediakan kantong sampah pribadi di sekitar lapak dagangan mereka.
Aktivitas perdagangan outdoor ini berjalan selaras dengan kegiatan senam bersama, jalan santai, serta olahraga sepeda yang memanfaatkan jalur bebas polusi.
Pemerintah daerah mengarahkan pengembangan area pedestrian dan taman kota sebagai penggerak aktivitas ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menilai penataan kawasan ramah pejalan kaki efektif membangkitkan transaksi ekonomi warga di luar pusat perbelanjaan formal.
"Car Free Day bukan hanya ruang untuk berolahraga, tetapi juga ruang kebersamaan, ruang pelayanan, dan ruang tumbuhnya ekonomi masyarakat. Ke depan, setiap pelaksanaan CFD akan menghadirkan berbagai pelayanan publik sehingga masyarakat dapat mengurus administrasi kependudukan, memeriksakan kesehatan, sekaligus menikmati ruang publik yang sehat, nyaman, dan produktif. Bersama-sama kita juga akan menjaga pedestrian, trotoar, taman, serta seluruh kawasan CFD agar menjadi wajah Kota Ketapang yang semakin indah dan membanggakan," tegas Alexander Wilyo.
Penyelenggaraan kawasan bebas kendaraan secara rutin terbukti menciptakan ekosistem ruang publik yang produktif bagi pertumbuhan ekonomi skala mikro.
Keberadaan arena ini diharapkan konsisten menjadi penggerak kemandirian ekonomi daerah sekaligus wadah kebersamaan warga Ketapang.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.