Pontianak Siapkan Ducting Bawah Tanah untuk Kabel Fiber Optik dan Utilitas Kota
Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak menyiapkan konsep penataan utilitas bawah tanah melalui masterplan ducting untuk mengurangi tumpang tindih jaringan kabel di ruang publik.
Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak menyiapkan konsep penataan utilitas bawah tanah melalui masterplan ducting untuk mengurangi tumpang tindih jaringan kabel di ruang publik.
Konsep tersebut disiapkan untuk mengintegrasikan jaringan fiber optik, listrik dan air bersih dalam saluran utilitas yang lebih terencana.
Rencana ini muncul di tengah penataan jaringan kabel yang saat ini masih berada di sejumlah koridor jalan Kota Pontianak.
Hasil pemetaan jaringan menunjukkan adanya kabel yang menumpuk pada satu tiang, gulungan kabel dan sambungan yang menggantung.
Sebagian jaringan juga ditemukan melintas dengan ketinggian yang tidak seragam.
Pada beberapa lokasi, kabel berada dekat badan jalan, jalur pejalan kaki, vegetasi dan saluran air.
Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan pemeliharaan ruang publik sekaligus membuat jaringan utilitas terlihat tidak tertata.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan penataan jaringan perlu dilakukan secara terkoordinasi karena terdapat berbagai jenis utilitas dalam satu koridor.
“Jangan sampai setelah dirapikan, muncul lagi kabel baru yang tidak tertata. Karena itu harus kita data, kita koordinasikan, kemudian penataannya dilakukan bersama,” katanya.
Melalui konsep ducting, jaringan utilitas nantinya diarahkan berada dalam saluran yang disiapkan secara khusus.
Penataan tersebut diharapkan dapat mengurangi pekerjaan galian yang dilakukan berulang untuk pemasangan atau perbaikan jaringan.
Sistem tersebut juga dirancang untuk memudahkan pemeliharaan jaringan tanpa mengganggu ruang publik secara berlebihan.
Edi mengatakan konsep penataan utilitas bawah tanah tidak dapat dilakukan sekaligus dan membutuhkan tahapan.
“Kita kerjakan bertahap. Yang penting arah penataannya jelas, koordinasinya jalan, dan ke depan utilitas kota kita semakin tertib,” ujar Edi.
Sementara untuk jaringan yang sudah terpasang, penataan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing koridor jalan.
Operator jaringan dan pihak terkait dilibatkan agar pemasangan maupun penataan kabel tidak kembali menimbulkan tumpang tindih.
Penataan utilitas bawah tanah juga diarahkan untuk mengantisipasi kebutuhan infrastruktur kota yang terus berkembang.
Dengan konsep tersebut, jaringan fiber optik, listrik dan air bersih dapat direncanakan dalam satu sistem utilitas yang lebih terkoordinasi.
Rencana ducting menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi keberadaan kabel yang semrawut di ruang publik Pontianak.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.