Pontianak Cari Sumber Air Baku Alternatif, Opsi Pipa dari Waduk Penepat ke Biong Dikaji
Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak mengkaji kawasan Biong di Desa Kuala Mandor A, Kubu Raya, sebagai salah satu alternatif sumber air baku untuk menghadapi persoalan kualitas air Sungai Kapuas.
Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak mengkaji kawasan Biong di Desa Kuala Mandor A, Kubu Raya, sebagai salah satu alternatif sumber air baku untuk menghadapi persoalan kualitas air Sungai Kapuas.
Kawasan tersebut merupakan bagian dari aliran Sungai Landak dan berjarak sekitar 22 kilometer dari Waduk Penepat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama Tim Laboratorium Perumda Tirta Khatulistiwa meninjau lokasi dan mengambil sampel air pada Selasa (23/9/2026) sore.
Kajian tersebut dilakukan untuk melihat potensi sumber air yang memiliki risiko berbeda dari sumber air baku yang selama ini digunakan.
Kemarau panjang dan intrusi air laut menjadi salah satu kondisi yang memengaruhi kualitas air baku dari Sungai Kapuas.
“Ini salah satu alternatif yang kita lihat karena semakin jauh dari pengaruh pasang air laut, kualitas air diharapkan semakin tawar,” ujarnya.
Pengujian awal di Biong menunjukkan kadar garam air sebesar 11 miligram per liter.
Namun, angka tersebut belum menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan kelayakan sumber air baku.
Sejumlah aspek teknis perlu dihitung, termasuk lebar sungai, kedalaman sungai, jarak menuju instalasi pengolahan, dan kebutuhan pembangunan jaringan pipa.
“Bukan hanya soal airnya tawar atau tidak. Kita harus hitung aksesnya, jaraknya ke instalasi pengolahan, sampai bagaimana nanti jaringan pipanya,” jelasnya.
Dari sisi infrastruktur, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penyambungan pipa dari arah Waduk Penepat menuju kawasan Biong.
“Untuk Biong, salah satu kemungkinan yang perlu kita kaji adalah menyambungkan pipa dari arah Waduk Penepat,” ujarnya.
Opsi tersebut masih membutuhkan perhitungan lebih lanjut terkait jarak dan kebutuhan jaringan perpipaan.
Edi mengatakan Pemkot Pontianak tidak ingin bergantung pada satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita tidak ingin hanya mengandalkan satu sumber. Semua alternatif akan kita uji dan hitung secara teknis,” katanya.
Diversifikasi sumber air tersebut diposisikan sebagai langkah jangka panjang untuk menghadapi perubahan kondisi sumber air baku.
Pencarian alternatif tidak hanya diarahkan untuk merespons penurunan kualitas air saat kondisi tertentu.
“Ikhtiar ini kita lakukan supaya kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga, hari ini maupun ke depan,” pungkasnya.
Hasil kajian teknis nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan apakah Biong dapat dikembangkan sebagai sumber air baku bagi Kota Pontianak.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.