Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Kuala Behe usai Temuan Jasad di Hutan
Faktakalbar.id - Pencarian warga berujung duka setelah jasad ibu dan anak yang dilaporkan hilang ditemukan tewas di kawasan hutan Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak pada Jumat (7/8/2026) malam.
Faktakalbar.id - Pencarian warga berujung duka setelah jasad ibu dan anak yang dilaporkan hilang ditemukan tewas di kawasan hutan Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak pada Jumat (7/8/2026) malam.
Peristiwa yang mengarah pada dugaan pembunuhan ibu dan anak di Kuala Behe ini bermula saat Hermanto mendapati istri dan anaknya tidak ada di pondok kerja sekitar pukul 11.00 WIB.
Suami korban yang khawatir langsung meminta bantuan warga Desa Angkanyar dan Desa Kedama untuk melakukan penyisiran di sekitar kawasan hutan serta Sungai Behe.
Setelah pencarian maraton hingga menjelang tengah malam, tim warga yang dipimpin Kepala Desa Angkanyar menemukan jasad korban pada pukul 23.45 WIB.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi kaki, tangan, serta leher terikat tali karet ban.
Warga yang menemukan indikasi tindak kejahatan langsung mengamankan lokasi dan melapor ke personel Polsek Kuala Behe serta Babinsa setempat.
Petugas Satreskrim Polres Landak bergerak cepat melakukan proses identifikasi dan olah TKP yang berlangsung hingga pukul 04.52 WIB.
Jenazah Asniwati (39) dan Dina Oktavia (3) selanjutnya dilarikan ke RSUD Landak menggunakan ambulans untuk diperiksa tim medis.
Pihak kepolisian menegaskan masih mengumpulkan bukti-bukti lapangan guna mengungkap kasus dugaan pembunuhan ibu dan anak di Kuala Behe ini.
Kasatreskrim Polres Landak Kuswiyanto menyatakan penyidik terus bekerja untuk mengungkap pemicu kematian serta melacak keberadaan pelaku.
Kepala Desa Angkanyar Anton mengingatkan warga agar tetap tenang serta mempercayakan seluruh penanganan kasus ke kepolisian.
“Mungkin untuk kronologi detailnya, biar pihak kepolisian saja yang menjelaskan,” ucapnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.