PKD Singkawang 2026 Digelar Empat Hari, Lawatan Sejarah hingga Karnaval Budaya Jadi Agenda Utama
Faktakalbar.id - Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Singkawang 2026 berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 dengan tiga agenda utama, yakni lawatan sejarah, pentas seni dan budaya, serta Karnaval Budaya yang dipusatkan di dua kawasan berbeda.
Faktakalbar.id - Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Singkawang 2026 berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 dengan tiga agenda utama, yakni lawatan sejarah, pentas seni dan budaya, serta Karnaval Budaya yang dipusatkan di dua kawasan berbeda.
Kegiatan tersebut digelar di kawasan Cagar Budaya Kota Singkawang dan Taman Cahaya Madani dengan melibatkan unsur pemerintah kota, delegasi daerah, pelajar, dan masyarakat dalam rangkaian kegiatan kebudayaan.
Pembukaan PKD berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Panggung Utama PKD, Jalan Firdaus, tepat di depan Kantor Wali Kota Singkawang.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan Loku oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama para wali kota peserta Rembuk Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2026.
Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan jamuan makan malam untuk menyambut delegasi yang menghadiri rembuk kebudayaan antarkota.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Asmadi mengatakan PKD tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mengenal kebudayaan daerah.
“Selain sebagai sarana promosi budaya daerah, PKD juga menjadi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk mengenal, mempelajari, serta ikut memajukan kebudayaan,” katanya.
Keterlibatan pelajar dan masyarakat menjadi salah satu aspek yang disorot dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut karena pelestarian budaya membutuhkan proses pengenalan dan pembelajaran lintas generasi.
Lawatan sejarah menjadi salah satu agenda yang memberi ruang bagi peserta untuk mengenal lokasi bersejarah di Singkawang.
Sementara itu, pentas seni dan budaya serta Karnaval Budaya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menampilkan kekayaan ekspresi budaya daerah.
Penyelenggaraan PKD tahun ini juga bertepatan dengan Rembuk Kebudayaan Apeksi 2026 yang menghadirkan perwakilan pemerintah kota dari berbagai daerah di Indonesia.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman dalam menjaga keberagaman dan mengembangkan potensi kebudayaan.
“Singkawang siap berbagi pengalaman tentang bagaimana merawat toleransi di tengah keberagaman. Kami juga ingin belajar dan bertukar gagasan mengenai kebudayaan unggulan dari seluruh kota peserta,” ujarnya.
Ia juga menilai penguatan identitas budaya dapat membuka peluang nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, selain berperan dalam mempererat persatuan.
Meski agenda PKD telah ditetapkan selama empat hari, informasi yang tersedia belum merinci jadwal setiap pertunjukan, daftar peserta karnaval, maupun target jumlah pengunjung.
Rincian tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai pelaksanaan kegiatan dan keterlibatan masyarakat sepanjang penyelenggaraan PKD Singkawang 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.