Pertalite Sulit Diperoleh di Ketapang, Hiswana Migas Ingatkan Warga Tidak Menimbun BBM
Faktakalbar.id - Kesulitan mendapatkan Pertalite di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendorong Hiswana Migas setempat mengingatkan masyarakat agar membeli bahan bakar sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan.
Faktakalbar.id - Kesulitan mendapatkan Pertalite di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendorong Hiswana Migas setempat mengingatkan masyarakat agar membeli bahan bakar sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan.
Keluhan warga muncul seiring antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang mengular, dengan waktu tunggu mencapai berjam-jam.
Ketersediaan BBM di tingkat pengecer juga dilaporkan sulit, sehingga masyarakat menghadapi keterbatasan pilihan untuk memperoleh bahan bakar.
Ketua Hiswana Migas Kabupaten Ketapang, Riza, meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan di tengah kondisi pasokan yang dikeluhkan tersebut.
“Kami juga mengimbau ke masyarakat jangan panic buying, gunakan BBM sesuai kebutuhan, jangan menimbun,” tegasnya.
Imbauan itu disampaikan ketika warga masih menantikan kepastian mengenai ketersediaan Pertalite dan kelancaran distribusinya di wilayah Ketapang.
Di sisi lain, Polres Ketapang menyatakan telah menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat penyimpangan BBM subsidi dalam sepekan terakhir.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, penanganan perkara tersebut masih berlangsung, tetapi belum merinci jumlah orang yang ditangkap maupun modus yang digunakan.
“Beberapa penyimpangan BBM subsidi sudah ditangkap Polres Ketapang dalam satu minggu terakhir,” kata Putra, Minggu (11/10/2026).
Penindakan tersebut menjadi salah satu perkembangan di tengah keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh bahan bakar.
Meski demikian, belum tersedia keterangan yang memastikan apakah kasus penyimpangan yang ditangani polisi berkaitan langsung dengan antrean panjang atau keterbatasan Pertalite di tingkat pengecer.
Bagi masyarakat, kepastian pasokan dan distribusi yang lancar menjadi hal penting agar kebutuhan bahan bakar sehari-hari dapat terpenuhi.
Pengawasan penyaluran BBM subsidi juga diharapkan berjalan lebih ketat sehingga bahan bakar dapat diterima konsumen sesuai ketentuan.
Sementara itu, perkembangan penanganan kasus oleh kepolisian dan kondisi pasokan Pertalite masih menjadi perhatian warga Ketapang.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.