faktakalbar

Peringatan Maulid Nabi, Edi Kamtono Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah dalam Menghadapi Persoalan Kehidupan

Faktakalbar.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum introspeksi, mengendalikan emosi, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Penulis: Wati Sunday, 18 October 2026 📖 2 menit
Peringatan Maulid Nabi, Edi Kamtono Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah dalam Menghadapi Persoalan Kehidupan
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026). (Dok. Pemkot Pontianak)

Faktakalbar.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum introspeksi, mengendalikan emosi, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Ajakan itu disampaikan saat membuka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026).

Edi mengatakan, perubahan merupakan bagian dari kehidupan yang perlu dihadapi dengan sikap bijak dan kesiapan.

“Dunia ini pasti mengalami perubahan, seperti hidup kita dari lahir sampai meninggal. Besar kecilnya perubahan itu tergantung bagaimana kita menyikapinya,” katanya.

Ia mengaitkan pesan tersebut dengan berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat, termasuk kemarau panjang, kabut asap, gangguan kualitas air baku, dan ancaman musim hujan.

Menurut Edi, situasi tersebut dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kegiatan ekonomi sehingga masyarakat perlu membangun ketahanan bersama.

“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu lebih bijak, lebih sabar dan saling membantu. Itulah yang harus terus kita jaga,” katanya.

Ia menilai nilai kesabaran, kebersamaan, dan kepedulian penting untuk menjaga hubungan sosial ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan.

Edi juga mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mendorong perubahan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid mengingatkan kita untuk meneladani Rasulullah, menjadi lebih sabar, lebih bijak, lebih bermanfaat dan lebih peduli terhadap sesama. Itu yang kita butuhkan untuk menghadapi berbagai ujian kehidupan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edi turut menyinggung tanggung jawab pemerintah dalam memperbaiki layanan publik yang masih dikeluhkan masyarakat.

Ia menyebut penyelesaian persoalan kota tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah karena keterlibatan warga juga diperlukan.

“Pemerintah punya keterbatasan, baik dari sisi anggaran, tenaga maupun waktu. Karena itu kebersamaan menjadi penting. Kalau kita saling membantu dan saling memahami, persoalan akan lebih mudah kita hadapi,” katanya.

Pesan itu menempatkan kepedulian sosial sebagai salah satu hal yang perlu dijaga ketika masyarakat menghadapi persoalan lingkungan maupun pelayanan dasar.

Namun, penerapan nilai kebersamaan tidak menghilangkan tanggung jawab pemerintah untuk memberikan pelayanan yang layak dan menindaklanjuti persoalan yang dihadapi warga.

Edi menyatakan pemerintah akan terus memperbaiki pelayanan publik, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan penanganan kerusakan jalan.

“Kalau ada pelayanan yang masih kurang, tentu itu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk terus memperbaikinya. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi ruang penyampaian pesan keagamaan sekaligus ajakan untuk memperkuat karakter, kesabaran, dan kepedulian sosial di tengah perubahan kondisi kehidupan masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK