faktakalbar

Pencegahan Karhutla Sanggau: Pentingnya Laporan Cepat dari Masyarakat

Faktakalbar.id - Masyarakat di Kabupaten Sanggau diimbau aktif melaporkan kemunculan titik asap untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di kawasan permukiman. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden kebakaran lahan semak belukar seluas 0…

Penulis: Natash Monday, 31 August 2026 📖 1 menit
Pencegahan Karhutla Sanggau: Pentingnya Laporan Cepat dari Masyarakat
Warga bersama tim pemadam menyisir lokasi semak belukar guna mengantisipasi kemunculan titik panas baru. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Masyarakat di Kabupaten Sanggau diimbau aktif melaporkan kemunculan titik asap untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di kawasan permukiman.

Imbauan ini disampaikan menyusul insiden kebakaran lahan semak belukar seluas 0,2 hektare di Dusun Balai Nanga, Desa Penyeladi.

Partisipasi aktif warga sekitar terbukti menjadi faktor krusial dalam mempercepat penanganan bencana karhutla di tingkat desa.

Masyarakat diharapkan membatasi aktivitas pembukaan lahan menggunakan metode pembakaran terbuka selama cuaca panas berlangsung.

Informasi awal dari warga sekitar sangat membantu petugas teknis menjangkau lokasi sebelum kobaran api membesar secara tidak terkendali.

“Kami mengajak masyarakat menjadi bagian dari pencegahan. Jangan menunggu api membesar, karena laporan sejak awal sangat membantu petugas melakukan penanganan dengan cepat dan mencegah dampak yang lebih luas,” tukas Kapolsek Kapuas, Marianus.

Kerja sama antara instansi teknis dan warga desa menjadi pola utama dalam menjaga kawasan hutan Sanggau dari ancaman kebakaran.

Kesadaran warga tidak membakar sampah sembarangan turut menekan timbulnya potensi titik panas baru di kawasan rawan.

Monitoring wilayah terus ditingkatkan guna memastikan kebiasaan pencegahan karhutla berjalan efektif di tingkat komunitas.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK