faktakalbar

Pelabuhan Pontianak Simpul Kemajuan Ekonomi Kalbar

Penulis: Redaksi Tuesday, 09 August 2022 📖 1 menit
Pelabuhan Pontianak Simpul Kemajuan Ekonomi Kalbar

*Jokowi Buka Peluang Perubahan Nama, Aspirasi Warga Ditampung

MEMPAWAH–  Gonjang ganjing bergantinya nama Pelabuhan Internasional Kijing menjadi Pelabuhan Pontianak dinetralisir oleh komentar Presiden Joko Widodo yang membuka peluang perubahan nama.Terlepas dari soal nama tersebut,target dan keinginan pemerintah pusat untuk menjadikan pelabuhan internasional ini sebagai simpul kemajuan ekonomi Kalimantan Barat berjalan mulus.

Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana hadiri di Kalimantan Barat dalam agenda utama peresmian Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah, Selasa (9/8),selebihnya juga teragendakan peresmian dua tower RSUD Dr Soedarso di Pontianak.

Seperti diketahui Pelabuhan Pontianak dikawasan Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilakukan pemancangan tiang dermaga pertama pada 2018 lalu.

Sebelumnya, masyarakat saat mengetahui nama pelabuhan Internasional Kijing itu diganti oleh Pemerintah Pusat menjadi Pelabuhan Pontianak langsung bereaksi dan memprotes akan nama yang telah diketahui bernama Pelabuhan Internasional Kijing itu. “Nama pelabuhan jika ingin dirubah silahkan diajukan ke Presiden, aspirasi yang ada kami tampung,” tegas Jokowi kepada wartawan usai peresmian.

Pelabuhan Pontianak selain dipastikan dapat menjadi simpul kemajuan ekonomi Kalbar dan memperkuat konektivitas antarpulau, sekaligus mendekatkan cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia sesuai yang dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Dari berbagai sumber yang dihimpun faktakalbar.id ,pembangunan Terminal Kijing  pada tahap I meliputi terminal peti kemas di sisi laut seluas 1000 meter x 100 meter, lapangan operasional di sisi darat, serta jalan penghubung sepanjang sekitar 3,5 kilometer. Terminal peti kemas yang sedang dibangun ini nantinya mampu menangani bongkar muat peti kemas sebanyak 1,95 juta TEUs setahun.

Kapasitas terminal cair mencapai 12,1 juta ton per tahun, dan kapasitas curah kering 15 juta ton per tahun. Sedangkan kapasitas terminal serbaguna sebesar 1 juta ton per tahun. (rfk)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK