faktakalbar

Orang Tua di Kubu Raya Diimbau Tak Lewatkan Imunisasi Anak karena Khawatir Demam

Faktakalbar.id - Orang tua di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, diimbau tetap membawa bayi dan balita untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal meski masih ada kekhawatiran terhadap reaksi setelah imunisasi.

Penulis: Natash Monday, 05 October 2026 📖 1 menit
Orang Tua di Kubu Raya Diimbau Tak Lewatkan Imunisasi Anak karena Khawatir Demam
Ilustrasi - Pelayanan kesehatan bayi dan balita di Desa Sepuk Laut, Kubu Raya, menjadi bagian dari upaya pemantauan kesehatan dan pemberian imunisasi anak. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Orang tua di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, diimbau tetap membawa bayi dan balita untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal meski masih ada kekhawatiran terhadap reaksi setelah imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Wan Iwansyah menyampaikan hal tersebut saat melihat pelayanan Puskesmas Sungai Kakap di Desa Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap, Kamis (1/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia mendengarkan sejumlah kendala yang dihadapi tenaga kesehatan ketika memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Salah satu persoalan yang masih ditemui adalah adanya orang tua yang menolak imunisasi untuk anak.

Wan Iwansyah mengatakan edukasi mengenai manfaat imunisasi perlu terus dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama kader dan pemerintah desa.

“Tidak ada kata menyerah untuk memberikan edukasi dan pemahaman pentingnya imunisasi,” ujarnya.

Kekhawatiran orang tua salah satunya muncul karena anak mengalami demam setelah mendapatkan imunisasi.

Menurut Wan Iwansyah, demam dapat menjadi salah satu reaksi setelah imunisasi dan pada umumnya bersifat sementara.

Ia mengatakan paracetamol dapat digunakan untuk membantu meredakan demam jika diperlukan.

Namun, penggunaan obat tersebut harus memperhatikan dosis berdasarkan usia dan berat badan anak serta mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.

Kekhawatiran terhadap reaksi ringan setelah imunisasi, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk melewatkan jadwal imunisasi.

Orang tua dapat berkonsultasi dengan petugas kesehatan apabila memiliki kekhawatiran atau menemukan kondisi yang membutuhkan perhatian setelah anak mendapatkan imunisasi.

Selain imunisasi, bayi dan balita juga dianjurkan mengikuti pelayanan kesehatan rutin di puskesmas maupun Pustu.

Pelayanan tersebut mencakup pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, imunisasi, serta layanan kesehatan dasar lainnya.

Wan Iwansyah juga meminta tenaga kesehatan memperkuat komunikasi dengan masyarakat saat memberikan pelayanan.

Menurutnya, kunjungan langsung ke masyarakat dapat membantu petugas memahami kondisi dan kendala yang dihadapi keluarga.

Edukasi di tingkat desa dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar orang tua memperoleh informasi yang cukup sebelum mengambil keputusan mengenai pelayanan kesehatan anak.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK