faktakalbar

Misi Karhutla di Kalbar Jadi Operasi Luar Negeri Pertama Pasukan Bela Diri Jepang

Faktakalbar.id - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menjadi misi bantuan bencana luar negeri pertama yang dijalankan Pasukan Bela Diri Jepang melalui pengerahan kapal dan tiga helikopter CH-47.

Penulis: Natash Wednesday, 30 September 2026 📖 1 menit
Misi Karhutla di Kalbar Jadi Operasi Luar Negeri Pertama Pasukan Bela Diri Jepang
Kapal angkut Kunisaki membawa tiga helikopter CH-47 untuk mendukung operasi bantuan pemadaman kebakaran di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menjadi misi bantuan bencana luar negeri pertama yang dijalankan Pasukan Bela Diri Jepang melalui pengerahan kapal dan tiga helikopter CH-47.

Misi tersebut berlangsung di tengah penguatan kerja sama pertahanan antara Jepang dan Indonesia yang sebelumnya disepakati kedua negara.

Kapal angkut Pasukan Bela Diri Jepang, Kunisaki, membawa tiga helikopter CH-47 untuk mendukung operasi penanganan kebakaran di Indonesia.

Kapal berbobot sekitar 8.900 ton itu berangkat dari pangkalan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di Kure, Prefektur Hiroshima, pada 30 Agustus.

Kunisaki tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 10 September sebelum operasi pemadaman dimulai pada 16 September.

Ketiga helikopter kemudian menjalankan lebih dari 40 kali operasi pemadaman udara hingga Senin.

Sekitar 220 ton air dijatuhkan dari udara selama rangkaian operasi tersebut.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan operasi itu telah membantu Indonesia mencegah penyebaran kebakaran hutan.

Indonesia kemudian menyampaikan bahwa penanganan lanjutan dapat dilakukan oleh pemerintah setempat sehingga Pasukan Bela Diri Jepang diperintahkan mengakhiri operasi.

Koizumi menyebut pengalaman tersebut juga berkaitan dengan upaya memperluas kerja sama pertahanan kedua negara.

"Kementerian Pertahanan dan Pasukan Bela Diri ingin memperdalam kerja sama pertahanan dengan Indonesia, berdasarkan kepercayaan yang telah dibangun" dari operasi tersebut, ujarnya.

Kerja sama pertahanan Jepang dan Indonesia sebelumnya diperluas melalui perjanjian yang ditandatangani Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin pada Mei.

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah bentuk kerja sama, termasuk pelatihan bersama dan operasi bantuan bencana.

Pengiriman Kunisaki dan tiga helikopter CH-47 menjadi pelaksanaan kerja sama bantuan bencana dalam konteks kebakaran hutan di Indonesia.

Bagi Pasukan Bela Diri Jepang, operasi tersebut juga menjadi pengalaman pertama menjalankan misi bantuan bencana di luar negeri.

Misi tersebut menunjukkan keterlibatan Jepang dalam penanganan bencana di Indonesia melalui dukungan kemampuan pemadaman udara.

Setelah operasi dihentikan, pemerintah Indonesia menyatakan penanganan kebakaran selanjutnya dapat dilakukan oleh pihak Indonesia.

Sementara itu, Jepang menyatakan pengalaman dari misi tersebut dapat menjadi dasar bagi pengembangan kerja sama pertahanan dengan Indonesia pada masa mendatang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK