Minyak Sawit Merah Disebut Berpotensi Bantu Atasi Stunting, Ini Kandungannya
Minyak sawit merah disebut memiliki kandungan pro-vitamin A, vitamin E, dan squalene yang berpotensi mendukung pemenuhan gizi dan membantu upaya mengatasi stunting.
Faktakalbar.id - Minyak sawit merah dinilai memiliki potensi untuk mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, termasuk dalam upaya membantu mengatasi persoalan stunting di Indonesia.
Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi Pertanian IPB University, Endang Prangdimurti, menyebut minyak sawit merah memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Di dalamnya terdapat tokoferol, tokotrienol, karotenoid, serta sejumlah zat gizi penting seperti pro-vitamin A, vitamin E, dan squalene.
Kaya Pro-Vitamin A
Salah satu kandungan yang menjadi perhatian adalah pro-vitamin A. Menurut Endang, zat tersebut berperan dalam sejumlah fungsi penting di dalam tubuh, termasuk berkaitan dengan hormon pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh.
Kandungan tersebut membuat minyak sawit merah berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu sumber zat gizi untuk mendukung kesehatan, meski tetap perlu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Mengandung Vitamin E
Minyak sawit merah juga mengandung vitamin E, termasuk tokoferol dan tokotrienol.
Vitamin E dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan tokoferol dan tokotrienol pada minyak sawit merah menjadi salah satu alasan bahan pangan ini dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Ada Kandungan Squalene
Selain pro-vitamin A dan vitamin E, minyak sawit merah juga mengandung squalene.
Endang menjelaskan squalene memiliki peran dalam metabolisme kolesterol dan disebut turut mendukung perkembangan otak.
Berpotensi Mendukung Upaya Atasi Stunting
Dengan berbagai kandungan tersebut, minyak sawit merah dinilai berpeluang menjadi salah satu bahan pangan yang mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Endang menyebut apabila pemanfaatannya dioptimalkan, minyak sawit merah berpotensi membantu upaya mengatasi persoalan stunting di Indonesia. Namun, minyak sawit merah bukan obat untuk stunting dan tidak dapat menggantikan pemenuhan kebutuhan gizi lengkap.
Stunting sendiri berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan berbagai faktor lainnya, sehingga penanganannya membutuhkan pendekatan menyeluruh.
Didorong Jadi Produk Suplemen
Untuk meningkatkan penerimaan masyarakat, Endang mendorong pengembangan minyak sawit merah dalam bentuk yang lebih praktis, seperti kapsul atau sirup, menyerupai produk minyak ikan.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuat kandungan nutrisi minyak sawit merah lebih mudah dimanfaatkan masyarakat.
Bisa Jadi Produk Unggulan Desa
Selain aspek kesehatan, minyak sawit merah juga dinilai memiliki peluang ekonomi. Pengembangan produk turunannya dapat dilakukan di sekitar wilayah perkebunan dan pabrik kelapa sawit.
Distribusi melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih juga dinilai dapat membantu memperluas akses masyarakat sekaligus menciptakan peluang usaha baru di tingkat desa.
Dengan demikian, minyak sawit merah tidak hanya berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan bergizi, tetapi juga sebagai salah satu produk hilir kelapa sawit yang memiliki nilai tambah.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.