faktakalbar

Menjaga Warisan Intelektual Masa Lampau, Upaya Pelestarian Manuskrip Di Pontianak Menjadi Sangat Penting

Faktakalbar.id - Pelestarian manuskrip kuno menjadi penting untuk menjaga warisan intelektual dan kebudayaan Melayu Pontianak. Perawatan yang tepat serta keterlibatan komunitas sejarah dan akademisi diperlukan agar pengetahuan masa lampau tetap terj…

Penulis: Tim FK Editor: Natash Monday, 12 October 2026 📖 1 menit
Menjaga Warisan Intelektual Masa Lampau, Upaya Pelestarian Manuskrip Di Pontianak Menjadi Sangat Penting
Manuskrip Di Pontianak. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pelestarian manuskrip kuno menjadi penting untuk menjaga warisan intelektual dan kebudayaan Melayu Pontianak. Perawatan yang tepat serta keterlibatan komunitas sejarah dan akademisi diperlukan agar pengetahuan masa lampau tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Hal itu terlihat saat tim Fakta Kalbar mengunjungi kediaman Saleh Syerwani, keturunan Mufti Kerajaan Pontianak, Syekh Mahmud Syarwani, Ahad, 11 Oktober 2026, untuk melihat bukti sejarah berupa manuskrip yang diwarisinya.

Saleh Syerwani, yang dikenal sebagai pecinta sejarah, mengatakan perawatan manuskrip membutuhkan ketelitian tinggi karena kesalahan penanganan dapat merusak naskah bersejarah tersebut.

“Menjaga manuskrip ini perlu ketelitian yang tinggi. Kalau ceroboh, manuskrip bisa rusak,” ujar Saleh.

Ia menjelaskan, salah satu cara penyimpanan peninggalan tersebut adalah menggunakan cengkeh dan juga kapur barus di dalam kotak penyimpanan agar tetap awet. Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memperlakukan benda bersejarah tersebut.

“Manuskrip ini bukan sekadar peninggalan keluarga, tetapi menyimpan pengetahuan orang-orang pada masa lalu yang perlu kita jaga agar tidak hilang,” kata Saleh.

Menurut Saleh, manuskrip merupakan sumber pengetahuan yang merekam pemikiran dan kehidupan masyarakat pada zamannya. Karena itu, pelestariannya perlu mendapat perhatian agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.

Perhatian terhadap pelestarian manuskrip juga datang dari komunitas pecinta sejarah, mahasiswa, dan dosen IAIN yang menaruh perhatian terhadap warisan budaya lokal.

Salah satu mahasiswa, Hasan, menilai pelestarian manuskrip berkaitan langsung dengan keberlangsungan identitas masyarakat Melayu Pontianak.

“Menjaga kelestarian manuskrip berarti menjaga kebudayaan Melayu Pontianak itu sendiri,” kata Hasan.

Menurut Hasan, manuskrip perlu diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami sejarah daerah melalui sumber tertulis yang diwariskan para pendahulu.

Selain perawatan fisik, dokumentasi dan digitalisasi dapat menjadi upaya pendukung untuk menjaga informasi dalam manuskrip agar lebih mudah dipelajari. Kerja sama antara pewaris, komunitas sejarah, dan lembaga pendidikan diperlukan untuk memperluas penelitian sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Pelestarian manuskrip di Pontianak bukan hanya tentang menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjaga pengetahuan, identitas, dan kebudayaan Melayu agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK