faktakalbar

Makna Faradje’ dalam Tradisi Melayu Sanggau, dari Tolak Bala hingga Silaturahmi

Faktakalbar.id - Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri XVIII Tahun 2026 di Keraton Surya Negara Sanggau kembali mengangkat tradisi Faradje sebagai bagian dari warisan budaya Melayu yang memiliki makna pembersihan atau tolak bala bagi negeri.

Penulis: Natash Thursday, 08 October 2026 📖 2 menit
Makna Faradje’ dalam Tradisi Melayu Sanggau, dari Tolak Bala hingga Silaturahmi

Faktakalbar.id - Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri XVIII Tahun 2026 di Keraton Surya Negara Sanggau kembali mengangkat tradisi Faradje sebagai bagian dari warisan budaya Melayu yang memiliki makna pembersihan atau tolak bala bagi negeri.

Tradisi Faradje’ menjadi salah satu bagian utama dalam festival budaya yang berlangsung pada 7 hingga 10 Oktober 2026 di Kabupaten Sanggau.

Dalam tradisi yang diangkat melalui festival tersebut, istilah Faradje dimaknai sebagai pembersihan atau tolak bala bagi negeri, khususnya di Kabupaten Sanggau.

Makna tersebut menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dipertahankan melalui pelaksanaan Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau.

Rangkaian kegiatan pada hari pembukaan dimulai dengan Pawai Laskar Faradje’ sekitar pukul 07.00 WIB dari Keraton Surya Negara Sanggau.

Rombongan kemudian bergerak melewati sejumlah ruas jalan di pusat Kota Sanggau sebelum kembali menuju Keraton Surya Negara.

Setelah rombongan tiba di lingkungan keraton, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi adat Tolak Ajong dan Tabur Bunga Setaman di Sungai Kapuas Sanggau.

Prosesi tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian adat yang ditampilkan dalam Festival Faradje’ sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Faradje’ juga tidak hanya dimaknai sebagai rangkaian ritual adat, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat hubungan sosial.

Tradisi tersebut menjadi sarana silaturahmi masyarakat sekaligus memperkuat penghargaan terhadap keberagaman suku dan agama yang hidup di Kabupaten Sanggau.

Semangat tersebut kemudian diangkat melalui tema “Melayu Bersatu Sanggau Maju” dalam Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri XVIII Tahun 2026.

Tema tersebut diharapkan menjadi semangat bagi masyarakat adat Melayu untuk terus menjaga budaya sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau menekankan bahwa festival menjadi momentum untuk menjaga dan menghidupkan budaya Melayu.

Pelestarian tradisi melalui festival juga dilakukan dengan menghadirkan berbagai kegiatan seni dan permainan tradisional selama empat hari pelaksanaan.

Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain Hadrah, Dendang Melayu, Tari Jepin Kreasi, Selumak Panahan Tradisional, Pangkak Gasing, Bersyair, Selumak Perawu, Rompah Tradisional, dan Penteng Gamus.

Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk melihat kembali berbagai bentuk ekspresi budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Melayu Sanggau.

Festival juga menghadirkan Pemilihan Abo Ina’ sebagai salah satu kegiatan yang melibatkan generasi masyarakat dalam rangkaian pelestarian budaya.

Pelaksanaan Festival Faradje’ mendapat dukungan Pengurus Cabang MABM di 15 kecamatan serta berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Sanggau.

Dukungan tersebut memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam mempertahankan keberadaan tradisi dan budaya lokal.

Bupati Sanggau Yohanes Ontot menyampaikan apresiasi kepada panitia, pelaku seni dan budaya, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan Festival Faradje’.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga bagian dari upaya menjaga adat, tradisi, seni, nilai kehidupan, dan jati diri daerah.

Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau sendiri merupakan tradisi dan budaya turun-temurun yang dilaksanakan Istana Surya Negara Sanggau dan telah menjadi agenda rutin tahunan.

Melalui pelaksanaan festival, tradisi Faradje’ terus diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari identitas budaya Sanggau dan warisan yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK