Logo Hari Jadi ke-255 Pontianak Lahir dari Sayembara 16 Tim dan Talenta Lokal
Faktakalbar.id - Logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak tahun 2026 lahir dari sayembara yang melibatkan 16 tim lokal dengan tahapan pelatihan, mentoring, dan presentasi sebelum dua peserta ditetapkan sebagai pemenang.
Faktakalbar.id - Logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak tahun 2026 lahir dari sayembara yang melibatkan 16 tim lokal dengan tahapan pelatihan, mentoring, dan presentasi sebelum dua peserta ditetapkan sebagai pemenang.
Gusti Fakhri Aliansyah dan Tomy Anggara keluar sebagai pemenang sayembara yang digelar untuk menentukan identitas visual Hari Jadi Pontianak tahun ini.
Berbeda dari pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, sayembara kali ini membatasi peserta bagi warga Pontianak.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar kepada talenta lokal dalam menghasilkan karya yang berkaitan dengan identitas kota.
Gusti kemudian mengembangkan konsep manusia sebagai elemen utama logo bersama Tomy Anggara.
Konsep tersebut dipilih karena logo-logo sebelumnya dinilai lebih banyak menggunakan bangunan atau ikon fisik sebagai representasi Pontianak.
Gagasan manusia sebagai ikon juga dikaitkan dengan karakter masyarakat Pontianak yang dinilai mampu beradaptasi dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai kondisi.
“Dari awal sampai sekarang, kita terbentuk karena adaptif dan saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya usai peluncuran logo di Pontive Center, Senin (5/10/2026).
Konsep tersebut kemudian menghasilkan tema "Tangguh Bersahabat" dan slogan "Kite Jage Kite".
Gusti mengatakan karakter adaptif masyarakat dapat dilihat dari berbagai bentuk kehidupan yang berkembang mengikuti kondisi lingkungan.
Ia mencontohkan rumah panggung dan gertak sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi lingkungan.
Menurutnya, semangat kebersamaan juga terlihat ketika masyarakat menghadapi kabut asap dan berbagai persoalan kota.
“Yang ingin saya angkat lewat logo ini adalah semangat kolektif. Kita tangguh karena kita bersama,” ujarnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembatasan peserta sayembara menjadi kesempatan bagi anak muda di Pontianak untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Ia menilai sayembara dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya yang lebih luas.
“Mudah-mudahan yang masuk finalis maupun yang terpilih bisa semakin semangat berkreativitas, bukan hanya membuat logo, tetapi juga branding-branding lainnya, bahkan sampai tingkat nasional dan internasional,” katanya.
Menurut Edi, keterlibatan generasi muda dalam pembangunan kota tidak harus selalu melalui kegiatan pemerintahan.
Gagasan kreatif dan karya visual juga dapat menjadi bagian dari kontribusi anak muda terhadap perkembangan kota.
Meski mendorong kreativitas, Edi menekankan bahwa perkembangan Pontianak tetap perlu mempertimbangkan sejarah dan kearifan lokal.
Modernisasi dinilai tidak semestinya menghilangkan identitas yang sudah melekat pada kota.
“Usia 255 tahun ini cukup matang untuk sebuah kota. Tantangannya juga tidak ringan. Karena itu dibutuhkan ketangguhan, kebersamaan, kreativitas dan partisipasi seluruh masyarakat untuk membawa Pontianak terus maju,” pungkasnya.
Sayembara logo tersebut menunjukkan keterlibatan talenta lokal dalam membentuk identitas visual kota sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan karya kreatif.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.