faktakalbar

Lima Sumur Bor Disiapkan di Singkawang Utara untuk Antisipasi Karhutla

Faktakalbar.id - Lima titik sumur bor telah dibangun di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, sebagai salah satu upaya memperkuat ketersediaan sumber air untuk pemadaman.

Penulis: Wati Tuesday, 22 September 2026 📖 1 menit
Lima Sumur Bor Disiapkan di Singkawang Utara untuk Antisipasi Karhutla
Petugas melakukan pemantauan di kawasan rawan karhutla Kecamatan Singkawang Utara yang dilengkapi sumber air untuk mendukung penanganan kebakaran.

Faktakalbar.id - Lima titik sumur bor telah dibangun di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, sebagai salah satu upaya memperkuat ketersediaan sumber air untuk pemadaman.

Pembangunan sarana tersebut dilakukan di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Singkawang Utara.

Pada Senin (21/9/2026), petugas gabungan kembali melakukan patroli untuk memantau kondisi lahan setelah hujan turun di kawasan terdampak.

Patroli menyasar kawasan Jalan Senen, RT 005/RW 003, Kelurahan Sungai Rasau, dan Jalan Rawasari, RT 009/RW 001, Kelurahan Setapuk Kecil.

Sebanyak tujuh personel Polres Singkawang, delapan personel Polsek Singkawang Utara, serta delapan anggota Masyarakat Peduli Api dari dua kelurahan terlibat dalam pemantauan tersebut.

Petugas menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi karena sebagian kawasan hanya dapat dilewati melalui jalan perkebunan.

Beberapa titik berada sekitar satu hingga empat kilometer dari Jalan Raya Demang Akub.

Di lokasi Jalan Senen, petugas menemukan parit yang masih memiliki sumber air cukup banyak setelah hujan.

Ketersediaan air tersebut dapat membantu proses pemadaman apabila kembali ditemukan bara atau titik panas di kawasan bekas kebakaran.

Selain memanfaatkan sumber air yang tersedia, petugas melakukan penyemprotan cairan X-Fire pada sejumlah area yang dinilai masih berpotensi mengalami kemunculan kembali titik api.

Hujan membuat permukaan lahan menjadi lebih basah dan lembap, tetapi kondisi tersebut belum menghentikan pemantauan.

Penanganan karhutla telah memasuki hari ke-32 setelah petugas melakukan pemadaman secara intensif selama 31 hari.

Api untuk sementara berhasil dikendalikan, tetapi potensi munculnya bara tetap menjadi perhatian karena sebagian kawasan merupakan lahan gambut.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan sumber air menjadi salah satu kebutuhan penting dalam proses pemadaman dan pendinginan.

Lima sumur bor yang dibangun di kawasan rawan karhutla diharapkan dapat menjadi sumber air tambahan ketika petugas harus melakukan penanganan di lokasi yang jauh dari akses air lainnya.

Patroli dan pemantauan tetap dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan munculnya kembali titik panas sedini mungkin.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK