faktakalbar

LAZISNU Ketapang Gaet Bantuan Pusat untuk UMKM dan Guru

LAZISNU Kabupaten Ketapang berhasil mengamankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat dari tingkat pusat untuk disalurkan di wilayah Kabupaten Ketapang pada Rabu (26/8/2026).

Penulis: Natash Thursday, 27 August 2026 📖 1 menit
LAZISNU Ketapang Gaet Bantuan Pusat untuk UMKM dan Guru
Bupati Ketapang Alexander Wilyo (Kemeja oranye) dan pengurus LAZISNU. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - LAZISNU Kabupaten Ketapang berhasil mengamankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat dari tingkat pusat untuk disalurkan di wilayah Kabupaten Ketapang pada Rabu (26/8/2026).

Kepastian program tersebut disampaikan saat pengurus lembaga beraudiensi di Ruang Kerja Bupati Ketapang dengan didampingi Kepala Dinas Sosial.

Rangkaian bantuan dari pusat tersebut mencakup dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bedah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta insentif guru.

Program ini dirancang untuk mendongkrak perekonomian warga sekaligus memperbaiki infrastruktur sarana pendidikan keagamaan di daerah.

Penjabat Bupati Ketapang Alexander Wilyo memberikan apresiasi atas langkah aktif lembaga sosial tersebut dalam membawa program penanganan masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Ketapang tentu sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang telah dicapai LAZISNU Ketapang. Ini merupakan peluang yang baik untuk bersama-sama menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Alexander.

Dukungan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi percepatan penyaluran bantuan sosial di tingkat tapak.

Pemerintah daerah berharap intervensi program ini dapat mengangkat taraf hidup para penerima manfaat secara berkelanjutan.

"Yang paling penting adalah bagaimana setiap program yang hadir benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan masyarakat. Karena itu, sinergi dan koordinasi harus terus kita bangun," katanya.

Sektor UMKM dan tenaga pendidik keagamaan menjadi sasaran utama karena peran vitalnya dalam roda ekonomi serta sosial warga.

Pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah kini diarahkan pada program produktif ketimbang sekadar bantuan karitatif sementara.

Seluruh jajaran pengurus diminta menjaga akuntabilitas pelaksanaan kegiatan agar dampak positifnya terasa makin luas.

Penyaluran bantuan dijadwalkan berjalan secara bertahap setelah penyelarasan data penerima selesai dilakukan di lapangan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK