faktakalbar

KUR Kalbar Tembus Rp2,60 Triliun, Kayong Utara Terendah

Faktakalbar.id - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Barat mencapai Rp2,60 triliun hingga 30 Juni 2026, atau 57,99 persen dari total plafon KUR tahun ini.

Penulis: Wati Sunday, 16 August 2026 📖 2 menit
KUR Kalbar Tembus Rp2,60 Triliun, Kayong Utara Terendah
Penyaluran KUR di Kalimantan Barat mencapai Rp2,60 triliun hingga 30 Juni 2026 dengan 32.855 debitur. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Barat mencapai Rp2,60 triliun hingga 30 Juni 2026, atau 57,99 persen dari total plafon KUR tahun ini.

Data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat mencatat pembiayaan tersebut telah diterima 32.855 debitur di berbagai daerah.

Total plafon KUR Kalimantan Barat pada 2026 mencapai sekitar Rp4,49 triliun, sehingga masih terdapat sekitar 42 persen kuota yang belum tersalurkan hingga pertengahan tahun.

Realisasi terbesar berasal dari KUR Mikro dengan nilai Rp1,63 triliun kepada 28.971 debitur.

Sementara KUR Kecil mencatat penyaluran Rp969,05 miliar kepada 3.722 debitur.

Adapun KUR Supermikro baru terealisasi Rp1,59 miliar dengan jumlah penerima sebanyak 162 debitur.

Penyaluran KUR juga menunjukkan perbedaan capaian antarwilayah di Kalimantan Barat.

Kabupaten Sambas mencatat penyaluran KUR produktif terbesar dengan nilai Rp298,65 miliar atau 11,47 persen dari total penyaluran.

Jumlah debitur KUR di Kabupaten Sambas mencapai 4.148 orang hingga akhir Juni 2026.

Setelah Sambas, penyaluran KUR terbesar berikutnya tercatat di Ketapang dengan nilai Rp293,22 miliar.

Kota Pontianak berada di posisi berikutnya dengan realisasi sebesar Rp292,39 miliar.

Di sisi lain, Kabupaten Kayong Utara mencatat realisasi paling rendah dengan nilai sekitar Rp54 miliar.

Perbedaan tersebut menjadi perhatian karena masih terdapat daerah yang penyaluran KUR-nya belum sebesar wilayah lain.

Kepala Kanwil DJPb Kalimantan Barat Rahmat Mulyono mengatakan capaian penyaluran secara keseluruhan masih cukup baik.

"Menurut kami capaian ini cukup baik, walaupun masih perlu ditingkatkan," ujarnya, belum lama ini.

Menurut Rahmat, ruang untuk meningkatkan penyaluran masih terbuka hingga akhir 2026.

DJPb Kalbar kemudian mendorong perbankan memperluas akses pembiayaan, terutama bagi pelaku usaha di daerah dengan realisasi yang masih rendah.

Upaya tersebut dilakukan dengan mempertemukan bank penyalur KUR dengan dinas yang menangani koperasi dan UMKM di daerah.

Pertemuan tersebut ditujukan untuk mengidentifikasi kendala penyaluran dan mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan akses pembiayaan.

Dari sisi perbankan, masing-masing bank telah memiliki target penyaluran KUR.

BRI tercatat sebagai bank dengan realisasi penyaluran KUR terbesar di Kalimantan Barat.

Namun, secara keseluruhan penyaluran baru mencapai sekitar 57 persen dari plafon yang tersedia hingga akhir Juni.

DJPb Kalbar berharap bank penyalur dapat meningkatkan distribusi pembiayaan pada semester kedua 2026.

Percepatan tersebut diperlukan agar kuota KUR yang telah disediakan dapat lebih banyak dimanfaatkan pelaku usaha.

"Kita harapkan ada akselerasi penyaluran. Apa hambatannya, itu yang perlu kita lihat," ujarnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK