Kualitas Udara Singkawang Masih Dinamis Kebijakan Sekolah Tatap Muka Tentatif
Faktakalbar.id - Kebijakan pengaktifan kembali sekolah tatap muka di Kota Singkawang ditegaskan masih bersifat tentatif dan berpotensi dievaluasi sewaktu-waktu pada Rabu, 16 September 2026. Pemerintah kota setempat menyiagakan opsi penghentian KBM t…
Faktakalbar.id - Kebijakan pengaktifan kembali sekolah tatap muka di Kota Singkawang ditegaskan masih bersifat tentatif dan berpotensi dievaluasi sewaktu-waktu pada Rabu, 16 September 2026.
Pemerintah kota setempat menyiagakan opsi penghentian KBM tatap muka apabila Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kembali melonjak ke level berbahaya.
Penurunan angka ISPU ke posisi 71 saat ini dipengaruhi oleh hujan lebat yang mengguyur merata di lima kecamatan Kota Singkawang.
Namun, potensi asap kiriman dari area kebakaran hutan dan lahan di daerah tetangga dinilai masih rentan memperburuk kualitas udara lokal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang Emy Hastuti menyebut kondisi udara daerah perbatasan tersebut masih sangat dinamis.
“Kondisi kualitas udara ini masih dinamis. Karena itu, hasil pemantauan ISPU tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka,” kata Emy.
Jika tren ISPU kembali memburuk, Dinas Pendidikan telah menyiapkan skema pembelajaran tatap muka terbatas hingga pengembalian sistem belajar dari rumah.
Kepala Disdikbud Singkawang Asmadi menegaskan bahwa keselamatan jiwa siswa menjadi prioritas utama di atas kelancaran kurikulum.
“Kalau kualitas udara kembali memburuk, kita akan rapat lagi untuk menentukan apakah pembelajaran dilakukan tatap muka separuh waktu atau kembali dilaksanakan secara daring,” tegas Asmadi.
Pemantauan ISPU secara berkala oleh DLH akan terus menjadi acuan utama dalam menentukan status keberlanjutan sekolah di Singkawang.
Pihak orang tua diimbau untuk terus memantau pengumuman resmi dari masing-masing unit sekolah terkait dinamika KBM.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.