Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Ketapang Perpanjang Belajar dari Rumah hingga 9 Oktober
Faktakalbar.id - Pemerintah Kabupaten Ketapang memperpanjang pelaksanaan belajar dari rumah atau BDR bagi peserta didik pada 6 hingga 9 Oktober 2026 akibat kualitas udara yang terdampak kabut asap karhutla.
Faktakalbar.id - Pemerintah Kabupaten Ketapang memperpanjang pelaksanaan belajar dari rumah atau BDR bagi peserta didik pada 6 hingga 9 Oktober 2026 akibat kualitas udara yang terdampak kabut asap karhutla.
Kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara Kabupaten Ketapang berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup pada 5 Oktober 2026 berada dalam kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut berkaitan dengan kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ketapang.
Perpanjangan BDR berlaku selama empat hari, mulai Selasa, 6 Oktober hingga Jumat, 9 Oktober 2026.
Selama kebijakan tersebut diberlakukan, kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring.
Dengan skema tersebut, peserta didik tetap mengikuti proses pembelajaran tanpa harus datang langsung ke sekolah.
Kebijakan belajar dari rumah juga membuat aktivitas siswa di luar ruangan dapat dikurangi selama kualitas udara belum kembali membaik.
Kondisi kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan karena paparan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Kelompok anak-anak termasuk masyarakat yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Pemerintah Kabupaten Ketapang belum menyebutkan apakah kebijakan BDR akan diperpanjang setelah 9 Oktober 2026.
Keputusan mengenai pelaksanaan pembelajaran setelah periode tersebut akan bergantung pada perkembangan kondisi kualitas udara di Kabupaten Ketapang.
Data Dinas Lingkungan Hidup pada 5 Oktober menjadi dasar kondisi udara yang melatarbelakangi perpanjangan pelaksanaan BDR.
Kabut asap karhutla sebelumnya juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Kondisi udara yang sangat tidak sehat membuat aktivitas di luar ruangan perlu dikurangi, terutama bagi peserta didik yang harus melakukan perjalanan menuju sekolah.
Pelaksanaan pembelajaran secara daring menjadi alternatif agar kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa menambah paparan siswa terhadap udara yang tercemar asap.
Di sisi lain, keberlanjutan pembelajaran daring tetap perlu menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan peserta didik dalam mengikuti kegiatan dari rumah.
Perpanjangan BDR di Ketapang menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pemadaman, tetapi juga memengaruhi kegiatan pendidikan masyarakat.
Selama kualitas udara belum membaik, kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang menentukan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.