faktakalbar

Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya, Pontianak Sangat Tidak Sehat

Faktakalbar.id - Kualitas udara di sejumlah kota Kalimantan berada pada tingkat buruk pada Minggu (4/10/2026), seiring kepulan asap kebakaran hutan dan lahan yang terpantau di kawasan tersebut.

Penulis: Wati Monday, 05 October 2026 📖 1 menit
Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya, Pontianak Sangat Tidak Sehat
Kepulan asap karhutla terlihat dari citra satelit Terra milik NASA di kawasan Kalimantan bagian selatan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Kualitas udara di sejumlah kota Kalimantan berada pada tingkat buruk pada Minggu (4/10/2026), seiring kepulan asap kebakaran hutan dan lahan yang terpantau di kawasan tersebut.

Data IQAir pada pukul 10.00 WIB mencatat kualitas udara Palangka Raya masuk kategori berbahaya dengan skor Air Quality Index atau AQI mencapai 1.016.

Konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya pada waktu yang sama tercatat 584,4 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut setara 116,9 kali nilai pedoman tahunan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Kondisi berbeda tercatat di sejumlah kota lain di Kalimantan yang juga mengalami penurunan kualitas udara.

Pontianak tercatat memiliki skor AQI 296 dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Banjarmasin berada pada skor AQI 184 yang masuk kategori tidak sehat.

Sementara itu, Samarinda mencatat skor AQI 67 dan berada dalam kategori sedang.

Perbedaan tingkat kualitas udara tersebut menunjukkan bahwa dampak asap tidak merata di setiap kota.

Kondisi udara juga dapat berubah mengikuti perkembangan sumber asap, arah angin, serta faktor cuaca dan atmosfer.

Sehari sebelumnya, satelit Terra milik NASA menangkap lapisan asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kalimantan bagian selatan.

Pada Sabtu (3/10), data SiPongi Kementerian Kehutanan juga mencatat 20.928 titik panas di Indonesia dalam periode 24 jam terakhir.

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak dengan 5.941 titik.

Kalimantan Barat tercatat memiliki 2.010 titik panas, disusul Kalimantan Timur dengan 1.360 titik dan Kalimantan Selatan sebanyak 897 titik.

Citra asap yang ditangkap satelit Terra diperoleh menggunakan sensor MODIS dan tersedia untuk publik melalui NASA Worldview.

Sementara data titik panas SiPongi berasal dari pencitraan satelit Terra dan Aqua, SNPP, serta NOAA.

Data kualitas udara dan pemantauan satelit tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Kalimantan pada periode pengamatan.

Perkembangan kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu mengikuti kondisi kebakaran dan faktor meteorologis di masing-masing wilayah.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK