faktakalbar

Kualitas Udara Memburuk, Layanan Kesehatan Pontianak Siaga 24 Jam

Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak menyiagakanseluruh puskemas dan rumah sakit selama 24 jam guna mengantisipasi lonjakan pasien terdampak polusi udara dan kabut asap.

Penulis: Natash Friday, 28 August 2026 📖 1 menit
Kualitas Udara Memburuk, Layanan Kesehatan Pontianak Siaga 24 Jam
Ilustrasi - Petugas medis memberikan layanan perawatan pernapasan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak menyiagakanseluruh puskemas dan rumah sakit selama 24 jam guna mengantisipasi lonjakan pasien terdampak polusi udara dan kabut asap.

Langkah darurat kesehatan ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara yang dipicu maraknya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta mengenakan masker, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Pemerintah daerah juga mengarahkan sekolah untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau daring demi melindungi kesehatan siswa.

Imbauan penundaan kegiatan di luar ruangan turut diterbitkan bagi seluruh perkantoran, rumah ibadah, dan elemen pemangku kepentingan di Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memastikan kesiapan penuh fasilitas kesehatan daerah untuk merawat warga yang mengalami gangguan pernapasan.

“Puskesmas dan rumah sakit sudah saya perintahkan siaga 24 jam, terutama layanan kesehatan bagi warga yang terdampak,” kata Edi.

Selain fasilitas milik pemerintah, Posko Segar Karang Taruna di area gedung PMI juga telah difungsikan untuk memberi bantuan langsung kepada warga.

Posko tersebut menyediakan layanan pengisian oksigen secara gratis, pemeriksaan fisik singkat, serta pendampingan kesehatan bagi petugas lapangan.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengurangi risiko kebakaran permukiman dengan memeriksa kembali instalasi listrik rumah tangga.

“Saya mengimbau warga lebih waspada, terutama jaringan listrik. Kalau ditinggal, peralatan listrik harus dimatikan atau dicabut. Sebagian besar penyebabnya korsleting,” ujarnya.

Petugas badan penanggulangan bencana daerah dikerahkan setiap hari untuk menyusuri wilayah rawan kebakaran lahan gambut.

“Kita setiap hari sudah patroli dan sosialisasi. Tapi yang paling penting, masyarakat saling menjaga, jangan membakar sampah. Di lahan gambut, api kecil kalau tidak benar-benar padam bisa melebar,” tegas Edi.

Selain langkah medis dan patroli, pemuka agama serta warga dijadwalkan menggelar salat istisqa memohon hujan pada Sabtu pagi.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi penanganan medis dan pengawasan lapangan dapat menekan dampak bahaya polusi udara terhadap masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK