Kualitas Udara dan Air Semakin Memburuk, Warga Pontianak Terancam ISPA dan Diare
Faktakalbar.id - Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat adanya kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut hingga 10 persen akibat munculnya kabut asap karhutla.
Faktakalbar.id - Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat adanya kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut hingga 10 persen akibat munculnya kabut asap karhutla.
Selain ancaman ISPA, penurunan kualitas air bersih pada musim kemarau saat ini turut meningkatkan risiko penularan penyakit diare di tengah masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah sedang memperkuat antisipasi terhadap potensi gelombang penyakit musim kemarau tersebut.
Kondisi pasokan air bersih yang terganggu akibat kemarau panjang dinilai berpotensi memperburuk tingkat kesehatan warga.
“Betul, kita juga antisipasi diare karena ini berkaitan dengan kondisi air,” kata Edi.
Pemerintah daerah menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas dan rumah sakit untuk mengantisipasi potensi penumpukan pasien di ruang perawatan.
Pemeriksaan kesehatan secara gratis kini disediakan di posko layanan kesehatan terpadu termasuk pada markas PMI Kota Pontianak.
Posko kesehatan tersebut secara khusus difasilitasi dengan penyediaan bantuan oksigen bagi warga yang mengalami gejala sesak napas.
Warga Kota Pontianak diminta untuk memperbanyak konsumsi air bersih guna mencegah dehidrasi serta penularan penyakit saluran pencernaan.
Masyarakat yang mengalami gejala batuk berat, sesak napas, hingga demam diimbau segera berkonsultasi dengan tim medis.
“Yang penting kita tetap waspada. Pemerintah menyiapkan layanan, tetapi masyarakat juga harus menjaga diri dan mengurangi paparan asap,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.