Ketika Ramalan Menggeser Tawakal
Di era modern, kepercayaan kepada nujum, pelangkah, dan ramalan masih dijumpai. Padahal Allah berfirman, "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara gaib selain Allah." (QS. An-Naml: 65). Seorang Muslim hendaknya meyakini bahwa hanya Allah yang mengetahui masa depan.
Di era modern, kepercayaan kepada nujum, pelangkah, dan ramalan masih dijumpai. Padahal Allah berfirman, "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara gaib selain Allah." (QS. An-Naml: 65). Seorang Muslim hendaknya meyakini bahwa hanya Allah yang mengetahui masa depan.
Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa mendatangi seorang dukun lalu membenarkan ucapannya, maka sungguh ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad." (HR. Ahmad). Hadis ini menjadi peringatan agar hati tidak bergantung kepada ramalan, melainkan kepada Allah semata.
Islam mengajarkan ikhtiar, doa, salat istikharah, dan tawakal, bukan mencari kepastian melalui ramalan. Allah berfirman, "Apabila engkau telah bertekad, maka bertawakallah kepada Allah." (QS. Ali 'Imran: 159).
Karena itu, mari memperkuat tauhid dengan mengajak masyarakat secara bijaksana dan penuh hikmah. Ketenangan hidup tidak berasal dari ramalan, tetapi dari keyakinan bahwa segala ketetapan terbaik berada di tangan Allah Swt.
Oleh: Ustadz Faisal Al-Banjari S.Sos,M.Pd
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.