faktakalbar

Ketapang Target Seluruh Desa dan Dusun Teraliri Listrik Paling Lambat Tahun 2029

Faktakalbar.id - Jaringan Listrik Desa (Lisdes) mulai beroperasi di Desa Harapan Baru, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, sebagai bagian dari upaya memperluas akses listrik hingga wilayah perdesaan.

Penulis: Natash Friday, 02 October 2026 📖 2 menit
Ketapang Target Seluruh Desa dan Dusun Teraliri Listrik Paling Lambat Tahun 2029
Peresmian Jaringan Listrik Desa mulai beroperasi dan menerangi rumah warga Desa Harapan Baru, Kecamatan Air Upas, Ketapang. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Jaringan Listrik Desa (Lisdes) mulai beroperasi di Desa Harapan Baru, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Jumat (25/9/2026), sebagai bagian dari upaya memperluas akses listrik hingga wilayah perdesaan.

Beroperasinya jaringan tersebut membuat rumah warga di Desa Harapan Baru mulai mendapatkan penerangan dari jaringan listrik.

Bagi masyarakat yang sebelumnya belum menikmati layanan listrik, tersambungnya jaringan tersebut menjadi perubahan dalam aktivitas sehari-hari.

Bupati Ketapang mengatakan pemerataan infrastruktur dasar, termasuk listrik, menjadi salah satu perhatian sejak awal masa kepemimpinannya.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah desa dan dusun di Ketapang yang belum teraliri listrik.

Karena itu, pemerintah daerah menargetkan seluruh desa dan dusun di Kabupaten Ketapang sudah mendapatkan akses listrik paling lambat pada 2029.

"Kita terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan PLN untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik di berbagai wilayah Ketapang. Tahun ini, alokasi program Listrik Desa untuk Kabupaten Ketapang termasuk yang terbesar di Kalimantan Barat. Pembangunannya terus berjalan dan progresnya sudah lebih dari separuh."

Pembangunan jaringan listrik tersebut dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang.

Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk ikut menjaga jaringan listrik yang telah dibangun agar fasilitas tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.

"Tiang listrik, kabel, gardu dan seluruh fasilitas yang hadir di desa ini adalah bagian dari pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan bersama."

Ia menilai penyediaan listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan rumah warga.

Akses listrik juga berkaitan dengan kegiatan pendidikan, aktivitas ekonomi, serta pemanfaatan teknologi dan informasi di tingkat masyarakat.

Anak-anak dapat menggunakan penerangan untuk belajar pada malam hari, sementara pelaku usaha memiliki kesempatan memanfaatkan perangkat listrik dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

Pembangunan jaringan listrik juga didorong bersama dengan perluasan akses komunikasi dan internet di wilayah yang belum terjangkau layanan.

Pemerintah Kabupaten Ketapang meminta Dinas Komunikasi dan Informatika kembali mendata desa dan dusun yang masih mengalami blank spot.

Pendataan tersebut kemudian diharapkan menjadi dasar koordinasi dengan operator untuk memperluas jangkauan layanan komunikasi dan internet.

Bupati Ketapang mengatakan pembangunan infrastruktur perlu diarahkan hingga tingkat desa dan dusun agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

"Ketapang ini rumah besar kita semua. Pemerintah membangun, masyarakat ikut menjaga. Kalau kita sama-sama merawatnya, insyaallah manfaatnya akan dirasakan dalam waktu yang panjang."

Program elektrifikasi tersebut menjadi bagian dari visi pembangunan daerah yang mengusung pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Ketapang.

"Ini sejalan dengan visi kita, “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang Maju dan Mandiri.” Salah satu misi yang terus kita jalankan adalah pemerataan pembangunan infrastruktur, agar masyarakat di seluruh wilayah Ketapang memiliki akses yang semakin baik terhadap kebutuhan dasar dan berbagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan."

Dengan beroperasinya jaringan Lisdes di Harapan Baru, perluasan akses listrik masih menjadi pekerjaan yang harus dilanjutkan untuk mencapai target elektrifikasi seluruh desa dan dusun di Ketapang pada 2029.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK