faktakalbar

Ketapang Dapat 60 Titik Listrik Desa pada 2026, Pemerataan Ditargetkan Berlanjut hingga 2029

Fakatakalbar.id - Kabupaten Ketapang memperoleh alokasi 60 titik pemasangan listrik desa pada 2026, termasuk lima titik di Kecamatan Kendawangan, sebagai bagian dari upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat di wilayah yang belum teraliri.

Penulis: Natash Wednesday, 14 October 2026 📖 2 menit
Ketapang Dapat 60 Titik Listrik Desa pada 2026, Pemerataan Ditargetkan Berlanjut hingga 2029
Ilustrasi akses listrik. (Dok. Ist)

Fakatakalbar.id - Kabupaten Ketapang memperoleh alokasi 60 titik pemasangan listrik desa pada 2026, termasuk lima titik di Kecamatan Kendawangan, sebagai bagian dari upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat di wilayah yang belum teraliri.

Informasi tersebut disampaikan dalam peresmian akses listrik bagi 144 rumah di Dusun Bangunsari dan Dusun Wonosari, Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Selasa (13/10/2026).

Pemerataan listrik masih menjadi kebutuhan penting bagi sejumlah wilayah pedesaan karena berkaitan dengan aktivitas rumah tangga, pendidikan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Bupati Ketapang menyebut perjuangan memperluas akses listrik telah dilakukan sejak tahun sebelumnya melalui kunjungan ke kantor pusat PLN dan kementerian terkait.

Upaya tersebut ditujukan untuk mendorong penyediaan listrik bagi desa dan dusun yang belum menikmati layanan tersebut.

Pada 2026, Ketapang disebut memperoleh jumlah titik pemasangan baru terbanyak di Kalimantan Barat.

Meski demikian, pemerataan infrastruktur tidak hanya bergantung pada jumlah titik pemasangan, tetapi juga pada pelaksanaan dan keberlanjutan layanan bagi masyarakat.

Pemerintah daerah menargetkan pemerataan listrik dilakukan secara bertahap hingga 2028–2029.

Target tersebut masih memerlukan tindak lanjut agar masyarakat di wilayah yang belum terjangkau dapat memperoleh akses listrik sesuai kebutuhan.

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menegaskan bahwa pembangunan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di pelosok.

“Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang tinggal di dusun-dusun. Kita akan terus berupaya agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap, sesuai dengan kemampuan dan prioritas pembangunan daerah.”

Selain elektrifikasi, perluasan jaringan internet turut menjadi perhatian dalam pembangunan wilayah pedesaan.

Akses internet dinilai dapat mendukung kegiatan belajar, memperluas akses informasi, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat di luar pusat perkotaan.

Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhitungkan dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur.

Karena itu, pelaksanaan program perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan pendanaan yang tersedia.

Peresmian listrik bagi 144 rumah di Bangunsari dan Wonosari menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, dengan dukungan kWh meter dari PT BGA dan swadaya.

Di luar agenda pembangunan infrastruktur, kegiatan itu juga diwarnai penyambutan adat Dayak dan Jawa dari Tugu Dusun Bagan Cempedak menuju kedua dusun.

Penyambutan tersebut memperlihatkan keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan di wilayah Kendawangan.

Pemerataan pembangunan di Ketapang selanjutnya diharapkan tidak hanya memperluas jaringan listrik, tetapi juga meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar dan peluang ekonomi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK