Kemarau Panjang Ubah Kondisi Air Sungai Kapuas, Pembudidaya Keramba Diminta Waspada
Faktakalbar.id - Kemarau panjang membuat kondisi air Sungai Kapuas mengalami perubahan dan perlu diperhatikan pembudidaya ikan air tawar di keramba.
Faktakalbar.id - Kemarau panjang membuat kondisi air Sungai Kapuas mengalami perubahan dan perlu diperhatikan pembudidaya ikan air tawar di keramba.
Pemantauan terhadap keramba masyarakat dilakukan Tim Kesehatan Lingkungan Budidaya Perikanan pada Rabu pagi (16/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB bersama Penyuluh Perikanan KKP dan Dinas Perikanan Kabupaten Kubu Raya.
Petugas melakukan pengukuran menggunakan refraktometer untuk mengetahui tingkat salinitas air di lokasi budidaya.
Hasil pengukuran menunjukkan salinitas air berada pada kisaran 3–14 ppt.
Kadar salinitas tersebut muncul ketika debit air tawar Sungai Kapuas berkurang akibat kemarau panjang.
Berkurangnya debit air tawar memungkinkan pengaruh massa air laut masuk lebih jauh ke wilayah sungai.
Perubahan tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari budidaya ikan air tawar.
Kondisi air yang berubah dapat menjadi tantangan bagi ikan yang dibudidayakan dalam keramba.
Ikan mas, lele dan nila memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap perubahan salinitas perairan.
Karena itu, pembudidaya perlu mengetahui kondisi air sebelum menentukan langkah pengelolaan keramba.
Pemantauan di lapangan dilakukan untuk memperoleh data aktual mengenai kondisi perairan di sekitar lokasi budidaya.
Data tersebut juga menjadi dasar pendampingan bagi masyarakat dalam menyesuaikan pengelolaan keramba.
Petugas memberikan pendampingan kepada pembudidaya untuk membantu memahami perubahan kondisi Sungai Kapuas selama kemarau.
Pemantauan tidak hanya diarahkan pada pengukuran salinitas, tetapi juga untuk melihat kondisi aktual lingkungan budidaya.
Perubahan kadar garam dalam air menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam pemeliharaan ikan air tawar.
Kondisi tersebut penting diperhatikan karena pembudidaya menggunakan perairan Sungai Kapuas sebagai bagian dari kegiatan usaha mereka.
Pemantauan secara langsung diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai kondisi air di sekitar keramba.
Data lapangan juga dapat digunakan untuk menyesuaikan pengelolaan budidaya dengan kondisi perairan yang sedang berlangsung.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.