faktakalbar

Kemarau Panjang Pengaruhi Kondisi Sungai Kapuas, Salinitas Air Capai 14 PPT

Faktakalbar.id - Salinitas (Salinitas adalah tingkat kandungan atau kadar garam) air Sungai Kapuas terpantau berada pada kisaran 3–14 ppt saat kemarau panjang di Kalimantan Barat.

Penulis: Wati Friday, 25 September 2026 📖 1 menit
Kemarau Panjang Pengaruhi Kondisi Sungai Kapuas, Salinitas Air Capai 14 PPT
Sungai Kapuas saat musim kemarau. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Salinitas (Salinitas adalah tingkat kandungan atau kadar garam) air Sungai Kapuas terpantau berada pada kisaran 3–14 ppt saat kemarau panjang di Kalimantan Barat.

Kondisi tersebut diketahui setelah Tim Kesehatan Lingkungan Budidaya Perikanan melakukan pemantauan pada keramba ikan masyarakat, Rabu pagi (16/9/2026).

Pemantauan dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB di wilayah perairan Sungai Kapuas yang menjadi lokasi budidaya ikan masyarakat.

Tim menggunakan refraktometer untuk mengukur tingkat salinitas air secara langsung di lapangan.

Hasil pengukuran menunjukkan kadar salinitas berada pada kisaran 3–14 ppt di lokasi pemantauan.

Perubahan kondisi air tersebut berkaitan dengan berkurangnya debit air tawar Sungai Kapuas selama kemarau panjang.

Ketika debit air tawar menurun, pengaruh massa air laut dapat masuk lebih jauh ke wilayah sungai.

Kondisi tersebut dapat menjadi perhatian bagi masyarakat yang mengembangkan budidaya ikan air tawar menggunakan keramba.

Perubahan salinitas dapat berpengaruh terhadap ikan yang memiliki tingkat toleransi berbeda terhadap kadar garam dalam air.

Jenis ikan seperti mas, lele dan nila memiliki karakteristik toleransi yang berbeda terhadap perubahan kondisi perairan.

Karena itu, kondisi air menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan keramba ikan.

Pemantauan dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi perairan secara langsung sekaligus mengumpulkan data di lokasi budidaya.

Kegiatan tersebut melibatkan DKP Kalbar, Penyuluh Perikanan KKP dan Dinas Perikanan Kabupaten Kubu Raya.

Data hasil pengukuran dapat digunakan sebagai bahan pendampingan bagi pembudidaya dalam menyesuaikan pengelolaan keramba.

Penyesuaian pengelolaan diperlukan untuk menghadapi perubahan kondisi perairan selama periode kemarau.

Selain melakukan pengukuran, petugas juga memberikan pendampingan kepada pembudidaya yang berada di sekitar lokasi pemantauan.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memahami perubahan salinitas di Sungai Kapuas.

Kondisi perairan yang berubah selama kemarau menjadi salah satu faktor yang perlu dipantau dalam keberlangsungan budidaya ikan air tawar.

Pemantauan secara berkala juga dapat memberikan data mengenai perkembangan kondisi air dan kemungkinan dampaknya terhadap keramba masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK