faktakalbar

Kemarau Panjang di Sanggau Ganggu Produksi Pertanian dan Peternakan, Harga Pangan Naik

Faktakalbar.id - Kemarau berkepanjangan di Kabupaten Sanggau disebut mengganggu produksi pertanian dan peternakan sehingga turut memengaruhi harga sejumlah bahan pangan di pasar.

Penulis: Natash Saturday, 26 September 2026 📖 1 menit
Kemarau Panjang di Sanggau Ganggu Produksi Pertanian dan Peternakan, Harga Pangan Naik
Ilustrasi - Kondisi kemarau berkepanjangan disebut memengaruhi produksi pertanian dan peternakan serta harga sejumlah bahan pangan di Sanggau. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Kemarau berkepanjangan di Kabupaten Sanggau disebut mengganggu produksi pertanian dan peternakan sehingga turut memengaruhi harga sejumlah bahan pangan di pasar.

Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengatakan kekeringan membuat sebagian petani kesulitan melakukan kegiatan bercocok tanam.

“Gegara kekeringan, banyak petani kita yang kesulitan bercocok tanam hingga produksi turun, begitu juga dengan peternakan, ayam-ayam banyak yang mati dan ini menyebabkan harga sayur maupun ayam di pasar menjadi mahal,” terangnya.

Penurunan produksi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat.

Kondisi peternakan juga menghadapi dampak kemarau karena sejumlah ayam dilaporkan mati.

Situasi tersebut kemudian berpengaruh terhadap harga sayuran dan ayam yang dijual di pasar.

Persoalan produksi pangan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sanggau.

Di sisi lain, gangguan distribusi BBM subsidi juga disebut menjadi salah satu pemicu yang perlu diperhatikan dalam perkembangan inflasi daerah.

Susana mengatakan persoalan BBM dapat berdampak lebih luas apabila antrean di SPBU terus berlangsung.

“Jangan anggap remeh persoalan distribusi BBM yang menimbulkan antrian di SPBU ini. Jika kondisi ini terus terjadi, harga-harga sembako bisa mahal, perekonomian menjadi terganggu karena daya beli masyarakat menurun,” kata Susana.

Menurut dia, stabilitas harga membutuhkan penanganan terhadap berbagai faktor yang memengaruhi rantai pasok pangan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia berharap pihak terkait dapat bersama-sama mencari akar persoalan yang memengaruhi harga kebutuhan pokok.

“Saya berharap kita semua kompak, dan dalam waktu dekat kita akan membentuk Satgas untuk menuntaskan persoalan ini,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya menjaga harga pangan, Susana mengajak instansi terkait memastikan harga sembako tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat di 15 kecamatan.

“Ini membutuhkan sinergisitas kita semua untuk menjaga stabilitas harga sembako agar tidak memberatkan masyarakat,” pungkasnya.

Kondisi kemarau dan gangguan distribusi menjadi dua persoalan yang disebut perlu diperhatikan dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan kebutuhan pokok di Sanggau.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK