Kebiasaan Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Berbagai Penyakit, Ini Penjelasan Dokter
Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, mulai dari nyeri punggung hingga penyakit jantung. Dokter mengimbau masyarakat untuk rutin bergerak setiap 30–60 menit.
Faktakalbar.id — Duduk berjam-jam saat bekerja di depan komputer atau menggunakan gawai sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Meski terlihat sepele, kebiasaan tersebut ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan apabila dilakukan terus-menerus tanpa diselingi aktivitas fisik.
Dokter menjelaskan bahwa duduk terlalu lama merupakan bagian dari gaya hidup sedentari, yaitu kondisi ketika seseorang minim bergerak dalam waktu yang panjang. Pola hidup seperti ini dapat memengaruhi metabolisme tubuh, sirkulasi darah, hingga kesehatan jantung.
Beragam Risiko Kesehatan Mengintai
Kurangnya aktivitas fisik akibat terlalu lama duduk dapat menyebabkan otot dan sendi menjadi kaku, terutama pada leher, bahu, dan punggung bawah. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko memicu gangguan postur tubuh dan nyeri kronis.
Selain itu, metabolisme tubuh juga menjadi lebih lambat sehingga pembakaran kalori tidak berjalan optimal. Akibatnya, risiko obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung dapat meningkat.
Jangan Duduk Terus-Menerus
Dokter spesialis kedokteran olahraga mengingatkan agar seseorang tidak duduk diam terlalu lama tanpa jeda.
Disarankan untuk berdiri atau bergerak setiap 30–60 menit, misalnya berjalan sebentar, melakukan peregangan ringan, atau sekadar berpindah posisi. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot.
Bagi pekerja kantoran, penggunaan meja kerja yang ergonomis serta menjaga posisi duduk yang benar juga dianjurkan untuk mengurangi beban pada tulang belakang dan leher.
Terapkan Pola Hidup Aktif
Para ahli menyarankan masyarakat tetap memenuhi kebutuhan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, bersepeda, atau olahraga ringan.
Selain rutin berolahraga, membatasi waktu duduk, menggunakan tangga daripada lift, berjalan saat menerima telepon, atau melakukan peregangan di sela pekerjaan juga dapat membantu mengurangi dampak buruk gaya hidup sedentari.
Dengan menerapkan pola hidup yang lebih aktif, risiko berbagai penyakit kronis akibat terlalu lama duduk dapat ditekan, sehingga kesehatan tubuh tetap terjaga meski aktivitas sehari-hari banyak dilakukan di depan layar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.