faktakalbar

KEBERUNTUNGAN BOLEH LEPAS TAPI DAPAT JAM TERBANG

Penulis: Redaksi Wednesday, 01 May 2024 📖 2 menit
KEBERUNTUNGAN BOLEH LEPAS TAPI DAPAT JAM TERBANG
Oleh : Mei Purwowidodo   Sesuai prediksi,Uzbekistan sedikit unggul dari Timnas.Garuda muda butuh keberuntungan dan ternyata belum berpihak.   Timnas bisa mendapatkan jam terbang utk menghadapi tim-tim langganan dan unggulan piala Asia.Proses pematangan sebuah timnas harus melalui proses.   Pengalaman untuk bisa bertanding dengan tim kuat tetap perlu dilalui. Itu dibutuhkan,jika timnas ingin terus bisa berkancah di level top Asia bahkan Pildun atau Olympiade.   Sesuai perkiraan dan STY pasti sudah menduga.Bahwa Uzbekistan akan tampil menyerang sejak menit awal. Timur Kapadze pelatih Uzbek tidak ingin Garuda muda bisa mengembangkan permainannya. Dengan percaya diri para pemain Uzbek menggempur pertahanan timnas dari seluruh lini. Timnas hanya bisa dibuat untuk bertahan,walau tetap berupaya untuk menyerang.   STY melalui formasi 3-4-3 ingin pertarungan pada lini tengah. Sehingga pada 45 menit babak pertama kedudukan masih bisa bertahan.Hebatnya STY tidak ingin bertahan saja,berani juga untuk opensif. Walaupun Uzbek terus melancarkan serangan dengan bertubi tubi.   Memasuki babak kedua Uzbek terus dengan melancarkan serangan lebih impresif dengan memanfaatkan kecepatan dan passingball yang lebih akurat dengan tingkat akurasi 83,3%.   Timnas dibuat keteteran dengan tingkat akurasi passing hanya menjadi 48,5 persen.Menunjukan Uzbek bermain dengan determinasi yang tinggi.   Keberuntungan buat Timnas hampir saja terjadi pada menit 62,Ferrari berhasil menjebolkan gawang Uzbek.   Golnya dianulir oleh wasit setelah melihat VAR bahwa ada salah satu kaki pemain Timnas off side.Pemain Uzbek tetap melakukan serangan ke pertahanan timnas. Seperti tidak ingin timnas bisa ambil nafas.   Akhirnya pada menit 68 melalui sisi kiri pertahanan Timnas sebuah crossing ke dalam kotak pinalti tepat jatuh di Kaki Husain Norchaev.   Kemudian diteruskan ke gawang Ernando dan gol 1-0 utk Uzbek. Unggul 1-0 Uzbek tetap terus menggedor pertahanan Timnas.   Tragedi kartu merah terjadi di menit 84 dari kaki Rizki Ridho hampir saja memecahkan "telornya" Jasur Jalolidinov.   Menyisakan sepuluh pemain timnas harus bisa menahan gelombang serangan Uzbek. Menahan serangan dan sekali melakukan serangan tentunya menguras stamina para pemain timnas.   STY akhirnya melakukan rotasi para pemain timnas agar dalam kondisi bugar.Disamping itu bisa memberikan menit bermain untuk beberapa pemain cadangan yang belum pernah diturunkan.   Serangan Uzbek yang demikian impresifnya jika tidak dibantu tiang gawang Timnas mungkin akan kebobolan lebih banyak lagi.   Di menit 86 dari sebuat kemelut bola rebound dari tiang gawang membentur kaki Pratama Arhan. Timnas kebobolan lagi menjadi 2-0.   Di menit pertambahan waktu permainan kedua tim masih enak untuk ditonton. Sampai peluit panjang ditiup oleh wasit kedudukan akhir tidak berubah.   Uzbek bisa mempertahankan sebagai tim yang belum pernah kebobolan selama piala Asia 2024 di gelar.Sekaligus Tim yang tersubur mencetak gol sebanyak 14 gol. Sungguh tim yang layak untuk menjuarai piala Asia kali ini.   Garuda Muda beruntung bisa bertemu Uzbek kandidat juara. Bisa bermanfaat banyak buat jam bertanding dengan tim2 dengan level 63.Sekaligus bisa merasakan bermain bola dengan gaya Eropa. Mereka bukan saja mempunyai skill bermain tetapi selalu bermain dengan game plan yang jelas. Lihat saja hampir semua pemain disetiap lininya.Melakukan passing sesuai pola,terarah dan simpel.Menghemat tenaga tapi menguras tenaga lawan.   Timnas dapat belajar banyak...Kami para penggemarmu cukup bangga.Garuda Muda tidak lagi merasa inferior mengadapi tim manapun. Garuda muda tetap semangat utk terus mengepakkan sayapmu lebih tinggi lagi. Olympiade.....(*)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK