faktakalbar

Kebakaran Landa Kawasan Smelter PT Borneo Alumina Prima di Ketapang

Penulis: Redaksi Monday, 02 February 2026 📖 1 menit
Kebakaran Landa Kawasan Smelter PT Borneo Alumina Prima di Ketapang
Faktakalbar.id, KETAPANG – Area smelter bauksit milik PT Borneo Alumina Prima (BAP) di Kabupaten Ketapang, dilaporkan mengalami kebakaran pada Minggu (1/2/2026). Insiden ini memicu kepanikan di sekitar lokasi industri setelah api terlihat membumbung tinggi dari salah satu area fasilitas pengolahan tersebut. Baca Juga: Puluhan Unit Ruko Hangus, Kebakaran Pasar Simpang Empat Sambas Terjadi Dini Hari Sejumlah petugas dan pihak terkait segera melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian. Langkah cepat diambil untuk memastikan api tidak merambat ke fasilitas vital lainnya di dalam kawasan industri PT BAP. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran di smelter tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihak manajemen PT Borneo Alumina Prima maupun otoritas berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi awal munculnya api. Informasi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun alat produksi juga masih dalam tahap pendataan. Terkait ada atau tidaknya korban jiwa dalam peristiwa ini, pihak berwenang masih mengumpulkan data di lapangan. Petugas keamanan dan tim teknis sedang melakukan pemeriksaan intensif untuk menilai tingkat kerugian materiil yang ditimbulkan oleh insiden kebakaran tersebut. Baca Juga: Diduga Korsleting Kabel Induk PLN, Kebakaran di PT Rimba Mega Armada Pontianak Hanguskan Tumpukan Ban Bekas Masyarakat dan pihak luar diminta menunggu rilis resmi agar tidak terjadi simpang siur informasi. Perkembangan lebih lanjut mengenai penanganan kebakaran dan hasil investigasi dari pihak kepolisian maupun internal perusahaan akan diinformasikan secara berkala setelah data valid terkumpul di lokasi kejadian. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK