Kebakaran Lahan Terus Meluas di Tayan Hilir Sanggau Usai Api Muncul di Dusun Pedalaman
Faktakalbar.id - Ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau belum mereda setelah titik asap kembali muncul di Dusun Pedalaman, Desa Pedalaman pada Senin, 14 September 2026.
Faktakalbar.id - Ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau belum mereda setelah titik asap kembali muncul di Dusun Pedalaman, Desa Pedalaman pada Senin, 14 September 2026.
Penanganan di Dusun Pedalaman yang dimulai pukul 12.30 WIB ini merupakan aksi pemadaman hari kedua setelah petugas mendeteksi adanya kepulan asap dari bekas area terbakar.
Kemunculan titik api baru di Desa Pedalaman terjadi hampir bersamaan dengan selesainya proses pendinginan lahan yang berlangsung di kawasan Bukit Gunung Emas.
Maraknya kejadian karhutla di beberapa titik sekaligus memaksa tim pemadam gabungan bekerja ekstra keras dalam membagi personel serta peralatan ke lokasi berbeda.
Sebanyak 27 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD Sanggau, pihak kecamatan, hingga satuan pemadam swasta PT Antam dioperasikan secara maraton dari satu Dusun ke Dusun lainnya.
Karakteristik vegetasi yang rapat serta lapisan bahan terbakar di bawah tanah yang mencapai kedalaman 30 sentimeter menjadi penyebab utama api sering menyala kembali secara mendadak.
Proses pendinginan berulang terpaksa terus dilakukan karena bara api tersembunyi di dalam tanah sering kali tidak terdeteksi oleh pengamatan visual biasa.
Kapolsek Tayan Hilir Kusdarwanto menegaskan pentingnya kewaspadaan tinggi dari para petugas di lapangan dalam menyisir setiap sudut lahan yang berpotensi menyimpan panas.
"Setiap titik yang masih mengeluarkan asap maupun menyimpan bara kami pastikan kembali dilakukan pendinginan. Kondisi lahan dan vegetasi membuat bara dapat bertahan, sehingga setelah api terlihat padam, petugas tetap melakukan penyiraman dan pengecekan secara berulang," kata Kusdarwanto.
Langkah pendinginan berkelanjutan di Dusun Pedalaman terus diintensifkan hingga sisa asap hilang secara keseluruhan demi mencegah meluasnya dampak karhutla ke pemukiman warga sekitar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.