faktakalbar

Kebakaran Lahan di Sungai Mawang Hanguskan 100 Hektare, Medan Berat Jadi Kendala Pemadaman

Faktakalbar.id - Kebakaran lahan di Sanggau melalap area hutan rimba dan semak belukar seluas 100 hektare di Dusun Nyandang, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Penulis: Natash Sunday, 09 August 2026 📖 1 menit
Kebakaran Lahan di Sungai Mawang Hanguskan 100 Hektare, Medan Berat Jadi Kendala Pemadaman
Petugas gabungan berupaya menembus medan berat menuju titik lokasi kebakaran lahan di Dusun Nyandang Sanggau. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Kebakaran lahan di Sanggau melalap area hutan rimba dan semak belukar seluas 100 hektare di Dusun Nyandang, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Peristiwa karhutla tersebut pertama kali diketahui warga setempat sejak Jumat (7/8/2026) malam sebelum akhirnya kobaran api kembali membesar pada Sabtu siang.

Cuaca terik ekstrem disertai tiupan angin kencang menyebabkan titik api menyebar dengan cepat ke seluruh vegetasi kering di lokasi.

Petugas gabungan menghadapi kendala berat di lapangan lantaran medan lokasi kejadian sama sekali tidak dapat dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda enam.

Selain akses jalan yang tidak memadai, posisi sumber air yang berada sangat jauh dari titik kebakaran turut menyulitkan penyemprotan secara menyeluruh.

Padal Pleton I Polres Sanggau Sukina mengonfirmasi beratnya tantangan geografis yang dihadapi seluruh personel pemadam di lapangan.

“Medan di lokasi cukup sulit dan akses menuju titik api terbatas. Sumber air juga tidak berada dekat dengan lokasi, sehingga penanganan membutuhkan tenaga, waktu, serta koordinasi yang lebih maksimal. Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus berupaya mengendalikan api dan mencegahnya meluas,” ujar Sukina.

Proses pemadaman dan pembasahan terus dimaksimalkan mengingat potensi kebakaran lahan di Sanggau dapat kembali terpicu oleh sisa bara yang tersembunyi di bawah tanah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api baru. Jangan menunggu api membesar, karena kondisi cuaca panas dan angin dapat membuat api cepat menjalar. Penanganan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak,” tegasnya.

Tim gabungan memperketat penyisiran serta penjagaan di sekitar area terbakar guna memastikan api tidak merambat ke kawasan pemukiman warga.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK