Kasus ISPA di Sekadau Capai 1.944, Meningkat Saat Kemarau dan Karhutla
Fakatakalbar.id - Sebanyak 1.944 kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA tercatat di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, sejak awal 2026 hingga pekan ke-35. Data tersebut dihimpun Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencan…
Fakatakalbar.id - Sebanyak 1.944 kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA tercatat di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, sejak awal 2026 hingga pekan ke-35.
Data tersebut dihimpun Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau dari 12 puskesmas dan RSUD Sekadau.
Peningkatan kasus ISPA mulai terlihat ketika Sekadau memasuki periode kemarau pada 2026.
Kondisi tersebut kemudian diikuti munculnya kabut asap di sejumlah wilayah.
Kepala Dinkes PP & KB Kabupaten Sekadau Henry Alpius mengatakan peningkatan kasus mulai lebih terlihat sejak Agustus 2026.
Pada periode tersebut, kondisi cuaca di Sekadau cenderung kering dan kualitas udara di sejumlah wilayah mengalami perubahan.
Meski terjadi bersamaan dengan kondisi kabut asap, seluruh kasus ISPA yang tercatat tidak dapat langsung dikaitkan dengan paparan asap.
Henry menyebut kemarau panjang juga menjadi kondisi yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan kasus ISPA.
Perubahan lingkungan selama musim kering dapat turut memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.
Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan keluhan yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
Data hingga pekan ke-35 menunjukkan jumlah kasus tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan yang berada di wilayah Kabupaten Sekadau.
Puskesmas Sekadau menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah kasus ISPA tertinggi dalam rekapitulasi tersebut.
Fasilitas tersebut mencatat 533 kasus atau sekitar 27,4 persen dari total 1.944 kasus.
Jumlah tersebut menjadi bagian terbesar dari kasus ISPA yang tercatat selama periode pengumpulan data.
Puskesmas SP3 Trans berada di urutan berikutnya dengan 270 kasus.
Puskesmas Nanga Taman kemudian mencatat 158 kasus, sedangkan Puskesmas SPN 6 Kayu Lapis mencatat 157 kasus.
Puskesmas Rawak mencatat 154 kasus, disusul Puskesmas Selalong dengan 147 kasus.
Selanjutnya, Puskesmas Sebetung mencatat 145 kasus dan Puskesmas Nanga Mahap sebanyak 130 kasus.
Puskesmas Nanga Belitang juga mencatat 115 kasus hingga pekan ke-35.
Sementara itu, Puskesmas Tapang Perodah mencatat 76 kasus dan Balai Sepuak sebanyak 46 kasus.
Puskesmas Sungai Ayak mencatat 10 kasus, sedangkan RSUD Sekadau mencatat tiga kasus.
Rekapitulasi tersebut menunjukkan kasus ISPA ditemukan di berbagai wilayah pelayanan kesehatan di Sekadau.
Perkembangan kasus juga berlangsung pada periode ketika wilayah tersebut menghadapi kondisi kemarau dan perubahan kualitas udara.
Namun, faktor penyebab ISPA tidak hanya dapat dilihat dari keberadaan kabut asap.
Kondisi lingkungan selama musim kering juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat kesehatan saluran pernapasan masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.