Kasus ISPA di Sanggau Melonjak Hingga 9.731 Kasus Akibat Kabut Asap Pekat
Faktakalbar.id - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Kabupaten Sanggau melonjak hingga menyentuh angka 9.731 kasus akibat paparan kabut asap pekat yang memburuk pada akhir Agustus 2026.
Faktakalbar.id - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Kabupaten Sanggau melonjak hingga menyentuh angka 9.731 kasus akibat paparan kabut asap pekat yang memburuk pada akhir Agustus 2026.
Peningkatan tersebut tercatat berdasarkan laporan analisis Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau pada minggu ke-32 dan 33 di bulan Agustus 2026.
Dalam periode tersebut, terjadi penambahan sebanyak 660 kasus baru dari data sebelumnya yang berada di angka 9.071 kasus.
Lonjakan penderita penyakit saluran pernapasan ini terjadi seiring dengan semakin menurunnya kualitas udara di seluruh wilayah Sanggau.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Najori membenarkan fenomena peningkatan gangguan kesehatan masyarakat tersebut.
“Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup pagi ini, ISPU kita sudah mencapai angka 500. Kondisi ini sudah sangat tidak normal dan masuk kategori membahayakan,” kata Najori, Minggu (30/8/2026).
Indeks Standar Pencemar Udara yang menembus angka ekstrem tersebut menunjukkan bahaya nyata dari tingginya partikel asap di udara bebas.
Kondisi cuaca kemarau panjang yang diwarnai kebakaran lahan memperparah kepulan asap yang menyelimuti pemukiman warga.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang paling rentan terpapar dampak langsung pencemaran udara ini.
Untuk mengantisipasi memburuknya dampak kesehatan, masyarakat diminta memperketat perlindungan diri saat berada di luar rumah.
“Jaga kesehatan paru-paru kita dari partikular asap yang membahayakan kesehatan dengan menggunakan masker dan asupan minuman sehat dan makanan bergizi,” pungkasnya berpesan.
Pihak kesehatan mengimbau warga untuk terus memantau kondisi fisik keluarga dan segera mendatangi fasilitas medis jika mengalami gejala gangguan pernapasan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.