faktakalbar

Kasus Hipertensi pada Anak Muda Meningkat, Ini Faktor Pemicunya

Hipertensi kini semakin banyak ditemukan pada usia muda. Dokter menyebut pola makan, kurang aktivitas fisik, stres, hingga obesitas menjadi faktor utama pemicunya.

Penulis: Clara Wednesday, 22 July 2026 📖 2 menit
Kasus Hipertensi pada Anak Muda Meningkat, Ini Faktor Pemicunya
Ilustrasi seorang anak muda menjalani pemeriksaan tekanan darah. (dok.ist)

Faktakalbar.id — Hipertensi atau tekanan darah tinggi selama ini identik dengan kelompok lanjut usia (lansia). Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi tersebut semakin banyak ditemukan pada kalangan usia muda, bahkan pada mereka yang berusia 20 hingga 40 tahun.


Para ahli kesehatan menilai perubahan gaya hidup menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus hipertensi pada usia produktif. Pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, stres berkepanjangan, hingga obesitas menjadi faktor yang paling sering memicu tekanan darah tinggi. Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga dijuluki sebagai "silent killer" atau pembunuh senyap.


Penyebab Hipertensi pada Usia Muda

Dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa hipertensi tidak hanya dipengaruhi faktor usia, tetapi juga gaya hidup sehari-hari. Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:

  • Konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak.
  • Kurang berolahraga atau terlalu banyak duduk.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Kurang tidur dan stres berkepanjangan.
  • Riwayat hipertensi dalam keluarga.

Selain itu, penggunaan gadget dalam waktu lama yang membuat seseorang minim bergerak juga dinilai ikut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko hipertensi pada usia produktif.


Sering Tidak Bergejala

Salah satu hal yang membuat hipertensi berbahaya adalah karena penderitanya sering tidak menyadari bahwa tekanan darahnya sudah tinggi.

Gejala seperti sakit kepala, pusing, mudah lelah, atau pandangan kabur umumnya baru muncul ketika tekanan darah sudah sangat tinggi atau telah menimbulkan komplikasi. Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi hipertensi sejak dini.


Bisa Memicu Penyakit Serius

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, antara lain:

  • Stroke.
  • Serangan jantung.
  • Gagal ginjal.
  • Gagal jantung.
  • Gangguan penglihatan akibat kerusakan pembuluh darah di mata.

Risiko komplikasi akan semakin besar apabila hipertensi disertai diabetes, kolesterol tinggi, atau kebiasaan merokok.


Cara Mencegah Hipertensi

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna menjaga tekanan darah tetap normal. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengurangi konsumsi garam hingga kurang dari 5 gram per hari.
  • Rutin berolahraga minimal 150 menit setiap minggu.
  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berhenti merokok.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Memeriksa tekanan darah secara berkala, meski tidak memiliki keluhan.


Dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak usia muda, risiko hipertensi dan berbagai penyakit kardiovaskular di kemudian hari dapat ditekan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK