faktakalbar

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Kalbar Bertambah, Deteksi Dini dan Perawatan Jadi Perhatian

Faktakalbar.id - Sebanyak 4.323 kasus gangguan jiwa berat tercatat di Kalimantan Barat hingga September 2026, dengan skizofrenia menjadi kelompok kasus terbanyak dalam data Dinas Kesehatan setempat.

Penulis: Wati Friday, 09 October 2026 📖 1 menit
Kasus Gangguan Jiwa Berat di Kalbar Bertambah, Deteksi Dini dan Perawatan Jadi Perhatian
Deteksi dini, pengobatan, konseling, dan rehabilitasi psikososial menjadi bagian dari penanganan gangguan jiwa berat di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Sebanyak 4.323 kasus gangguan jiwa berat tercatat di Kalimantan Barat hingga September 2026, dengan skizofrenia menjadi kelompok kasus terbanyak dalam data Dinas Kesehatan setempat.

Jumlah tersebut terdiri dari 4.092 kasus skizofrenia berkode F20 dan 231 kasus psikotik akut berkode F23.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Erna Yulianti mengatakan, angka tersebut merupakan catatan kasus selama Januari hingga September 2026.

“Selama tahun 2026, tercatat 4.323 kasus gangguan jiwa, terdiri dari 4.092 kasus Skizofrenia (F20) dan 231 kasus Psikotik Akut (F23),” kata Erna.

Dibandingkan dengan total 4.140 kasus sepanjang 2025, jumlah yang tercatat pada sembilan bulan pertama 2026 bertambah 183 kasus.

Namun, perbandingan tersebut belum menunjukkan kenaikan tahunan secara utuh karena periode pencatatan 2026 belum berakhir.

Berdasarkan data yang disampaikan, kasus psikotik akut meningkat sekitar 30,5 persen, sedangkan skizofrenia naik sekitar 3,3 persen.

Angka tersebut belum disertai rincian mengenai faktor yang memengaruhi perubahan jumlah kasus maupun distribusinya di setiap daerah.

Penanganan gangguan jiwa tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga membutuhkan pemantauan dan dukungan berkelanjutan.

Dinas Kesehatan Kalbar mendorong deteksi dini dan skrining kesehatan jiwa untuk membantu mengidentifikasi orang yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Layanan yang didorong mencakup pengobatan, konseling, dan rehabilitasi psikososial sesuai kebutuhan pasien.

Dukungan keluarga turut menjadi bagian penting dalam proses perawatan, terutama untuk membantu pasien tetap terhubung dengan layanan kesehatan.

Pasien juga perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menghentikan pengobatan agar perubahan penanganan dapat dipertimbangkan secara tepat.

Data yang tersedia belum merinci jumlah pasien yang telah mendapatkan layanan tersebut, tingkat kepatuhan terhadap pengobatan, ataupun akses layanan kesehatan jiwa di masing-masing kabupaten dan kota.

Karena itu, angka kasus hingga September 2026 memberikan gambaran jumlah kasus yang tercatat, tetapi belum cukup untuk menjelaskan keseluruhan kondisi layanan kesehatan jiwa di Kalimantan Barat.

Informasi lebih terperinci mengenai persebaran kasus, akses perawatan, dan hasil penanganan diperlukan untuk memahami kebutuhan layanan kesehatan jiwa di wilayah tersebut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK