faktakalbar

Kasus Diare di Sanggau Bertambah 132 Kasus Saat Musim Kemarau

Faktakalbar.id - Ancaman penyakit diare ikut meluas di Kabupaten Sanggau dengan penambahan 132 kasus baru di tengah kondisi musim kemarau panjang dan krisis air bersih.

Penulis: Natash Monday, 31 August 2026 📖 1 menit
Kasus Diare di Sanggau Bertambah 132 Kasus Saat Musim Kemarau
Ilustrasi seseorang mengalami diare. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Ancaman penyakit diare ikut meluas di Kabupaten Sanggau dengan penambahan 132 kasus baru di tengah kondisi musim kemarau panjang dan krisis air bersih.

Berdasarkan laporan surveilans kesehatan pada minggu ke-32 dan 33 Agustus 2026, kemarau memicu kelangkaan sumber air bersih bagi konsumsi harian masyarakat.

Kondisi lingkungan yang mengering memicu risiko penularan penyakit pencernaan selain dari ancaman penyakit saluran pernapasan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Najori menjelaskan keterkaitan antara musim kemarau dan meningkatnya penderita diare di daerah tersebut.

“Penyebab Diare inikan salahsatunya makanan dan minuman yang tidak bersih. Kalau musim kemarau seperti ini kemungkinan sulit mendapatkan sumber air bersih,” ungkapnya.

Keterbatasan akses terhadap air bersih membuat masyarakat rentan mengonsumsi air yang tercemar atau kurang terolah dengan baik.

Selain wabah diare, wilayah Kabupaten Sanggau juga dihadapkan pada paparan asap pekat yang membuat tingkat Indeks Standar Pencemar Udara mencapai angka 500.

“Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup pagi ini, ISPU kita sudah mencapai angka 500. Kondisi ini sudah sangat tidak normal dan masuk kategori membahayakan,” kata Najori, Minggu (30/8/2026).

Kombinasi antara pencemaran udara dan ancaman penyakit pencernaan ini memperburuk status kesehatan warga di berbagai lokasi.

Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan kebersihan makanan serta menyaring atau memasak air minum hingga benar-benar matang.

“Jaga kesehatan paru-paru kita dari partikular asap yang membahayakan kesehatan dengan menggunakan masker dan asupan minuman sehat dan makanan bergizi,” pungkasnya berpesan.

Kewaspadaan ganda sangat diperlukan agar masyarakat terhindar dari krisis kesehatan selama musim kemarau dan fenomena kabut asap berlangsung.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK