faktakalbar

Karhutla Singkawang Lumpuhkan Penerbangan dan Liburkan Sekolah

Faktakalbar.id - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Kota Singkawang melumpuhkan penerbangan bandara serta memaksa sekolah menggelar pembelajaran daring. Kondisi kabut asap tebal membuat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) d…

Penulis: Wati Saturday, 29 August 2026 📖 1 menit
Karhutla Singkawang Lumpuhkan Penerbangan dan Liburkan Sekolah
Ilustrasi-Kondisi kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan yang mengganggu jarak pandang di wilayah Kota Singkawang. (Dok. ISt)

Faktakalbar.id - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Kota Singkawang melumpuhkan penerbangan bandara serta memaksa sekolah menggelar pembelajaran daring.

Kondisi kabut asap tebal membuat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.

Dampak buruk ini diperparah oleh munculnya sedikitnya 12 titik api yang berkobar selama berminggu-minggu di beberapa wilayah Singkawang.

"Dari sisi udara atau ISPU, kondisi udara kita sudah tidak sehat. Dari sisi pendidikan, kita meliburkan anak-anak sekolah secara tatap muka dan saat ini pembelajaran dilakukan secara daring," kata Tjhai Chui Mie.

Dampak karhutla juga meluas hingga memicu gangguan pada aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang akibat keterbatasan jarak pandang.

Terganggunya jadwal penerbangan tersebut menghambat aksesibilitas masyarakat yang hendak keluar maupun masuk ke area Singkawang.

"Dampaknya dirasakan dari sisi ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Harapan kita satu-satunya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya yakin dan percaya dengan kekuatan doa bersama dan ikhtiar bersama, Tuhan pasti mendengarkan dan mengabulkan doa-doa yang disampaikan para tokoh agama, termasuk memohon hujan," kata Tjhai Chui Mie.

Sebagai respons atas memburuknya situasi, posko penanganan karhutla telah disiagakan di Singkawang Selatan, Singkawang Utara, hingga posko pusat.

Organisasi keagamaan serta Kementerian Agama setempat juga mengedukasi masyarakat melalui pembagian masker gratis di sejumlah persimpangan jalan utama.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Singkawang berencana menggelar rapat pada 1 September mendatang untuk membahas opsi pelaksanaan salat istisqa apabila cuaca belum membaik.

Seluruh elemen masyarakat dan tokoh lintas agama pada Jumat malam menggelar doa bersama di Basement Kantor Wali Kota Singkawang untuk memohon turunnya hujan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK