faktakalbar

Karhutla di Ketapang Ditangani Bersama, Warga Diminta Waspadai Titik Asap dan Api Selama Kemarau

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang dilakukan dengan melibatkan pemerintah, TNI-Polri, perusahaan, relawan, dan masyarakat.

Penulis: Wati Saturday, 19 September 2026 📖 1 menit
Karhutla di Ketapang Ditangani Bersama, Warga Diminta Waspadai Titik Asap dan Api Selama Kemarau
Pangdam XII/Tanjungpura dan Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau penanganan Karhutla di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Jumat (18/9/2026). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang dilakukan dengan melibatkan pemerintah, TNI-Polri, perusahaan, relawan, dan masyarakat.

Upaya tersebut menjadi perhatian saat Pangdam XII/Tanjungpura bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau penanganan Karhutla di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Jumat (18/9/2026).

Alexander mengatakan kondisi kemarau membuat penanganan Karhutla perlu disertai langkah pencegahan di tingkat masyarakat.

Menurutnya, risiko kebakaran tidak hanya berkaitan dengan munculnya api, tetapi juga dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

“Karhutla adalah persoalan bersama yang dampaknya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Karena itu, pencegahan dan penanganannya membutuhkan kepedulian serta gotong royong semua pihak,” tuturnya.

Alexander meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau.

Masyarakat juga diminta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di wilayah yang rawan kebakaran.

Selain pencegahan, warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik asap atau api di sekitar lingkungan mereka.

Laporan lebih awal diperlukan agar titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.

Alexander mengatakan penanganan Karhutla juga perlu memperhatikan dampak musim kemarau terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Salah satu persoalan yang muncul adalah menurunnya debit sumber air di sejumlah wilayah.

“Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih menjadi perhatian bersama. Karena itu, selain memastikan Karhutla dapat ditangani, kita juga harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Alexander.

Untuk membantu kebutuhan air warga Desa Pelang, air bersih siap minum disalurkan melalui fasilitas Reverse Osmosis (RO) Mabes TNI AD.

Fasilitas tersebut menyediakan air yang dapat langsung dikonsumsi masyarakat di tengah keterbatasan sumber air akibat kemarau.

Dalam peninjauan tersebut, Pangdam XII/Tanjungpura dan Bupati Ketapang didampingi Irdam XII/Tanjungpura, Dandim 1203/Ketapang, Kapolres Ketapang, jajaran pemerintah daerah, relawan peduli api, dan unsur terkait lainnya.

Alexander menegaskan koordinasi lintas pihak diperlukan dalam penanganan Karhutla sekaligus pencegahan agar kebakaran tidak meluas.

Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena warga dapat membantu menemukan dan melaporkan titik asap atau api sejak awal.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK