faktakalbar

Kalbar Terima Ribuan Panel Digital untuk Sekolah, Anggaran Program Capai Rp275 Miliar pada 2026

Faktakalbar.id - Program digitalisasi pembelajaran di Kalimantan Barat pada 2026 mencakup pengiriman tahap pertama sebanyak 8.906 Interactive Flat Panel (IFP) untuk 3.424 satuan pendidikan dengan nilai anggaran Rp275,19 miliar.

Penulis: Natash Sunday, 18 October 2026 📖 2 menit
Kalbar Terima Ribuan Panel Digital untuk Sekolah, Anggaran Program Capai Rp275 Miliar pada 2026
Distribusi perangkat Interactive Flat Panel menjadi bagian dari program digitalisasi pembelajaran di Kalimantan Barat pada 2026. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Program digitalisasi pembelajaran di Kalimantan Barat pada 2026 mencakup pengiriman tahap pertama sebanyak 8.906 Interactive Flat Panel (IFP) untuk 3.424 satuan pendidikan dengan nilai anggaran Rp275,19 miliar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan data tersebut dalam kunjungan kerja di Kalimantan Barat, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Di Kota Pontianak, bantuan tahap pertama pada 2026 mencakup 587 IFP untuk 190 satuan pendidikan dengan nilai Rp18,13 miliar.

Sementara itu, Kabupaten Kubu Raya menerima 927 IFP untuk 364 satuan pendidikan dengan anggaran Rp28,64 miliar.

Distribusi perangkat tersebut merupakan bagian dari program digitalisasi pembelajaran yang juga dilaksanakan pada 2025.

Pada tahun tersebut, Kalimantan Barat menerima 7.581 IFP dan 7.579 laptop, disertai dukungan internet dan listrik, dengan total anggaran sekitar Rp252,40 miliar.

Di Pontianak, bantuan digitalisasi pada 2025 mencakup 495 IFP dan 495 laptop dengan nilai Rp16,44 miliar.

Adapun Kabupaten Kubu Raya menerima 783 IFP dan 780 laptop untuk 780 sekolah, dengan anggaran sekitar Rp26,05 miliar.

Data tersebut menunjukkan adanya penyaluran perangkat digital dalam skala besar di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

Namun, jumlah perangkat yang dikirim belum dengan sendirinya menunjukkan tingkat pemanfaatannya dalam kegiatan belajar mengajar.

Informasi yang disampaikan belum merinci berapa sekolah yang telah menggunakan perangkat secara aktif, kondisi kesiapan jaringan internet, serta ketersediaan listrik di setiap lokasi penerima.

Belum dijelaskan pula bagaimana pelatihan bagi guru dilakukan agar perangkat digital dapat digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Ketersediaan perangkat merupakan salah satu unsur pendukung pembelajaran berbasis teknologi, tetapi pelaksanaannya juga bergantung pada kesiapan tenaga pendidik dan infrastruktur sekolah.

Karena itu, evaluasi program tidak cukup hanya berdasarkan jumlah perangkat yang didistribusikan dan nilai anggarannya.

Data tentang penggunaan perangkat, pemeliharaan, kesiapan guru, serta kendala teknis di sekolah diperlukan untuk menilai manfaat program bagi siswa.

Dalam keterangan yang disampaikan saat kunjungan kerja tersebut, Abdul Mu’ti menyatakan, “Program revitalisasi dan digitalisasi tersebut diharapkan memperkuat fasilitas pendidikan serta mendukung proses pembelajaran yang lebih berkualitas di Kalbar.”

Pernyataan itu menempatkan digitalisasi sebagai salah satu upaya peningkatan fasilitas pendidikan, sementara hasil penerapannya di sekolah masih memerlukan data evaluasi yang terukur.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK