Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Singkawang Bahas Slot Pagi untuk Pulihkan Operasional
Penyesuaian waktu penerbangan menjadi salah satu opsi untuk memulihkan operasional Bandara Singkawang yang terhenti sekitar satu bulan akibat kabut asap.
Faktakalbar.id - Penyesuaian waktu penerbangan menjadi salah satu opsi untuk memulihkan operasional Bandara Singkawang yang terhenti sekitar satu bulan akibat kabut asap.
Opsi tersebut dibahas Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama sejumlah pemangku kepentingan penerbangan pada Jumat (18/9/2026).
Pertemuan tersebut digelar bersama Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono untuk membahas kondisi operasional penerbangan di tengah karhutla.
Pertemuan turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kota Singkawang, Kepala BMKG Stasiun Singkawang, General Manager AirNav Indonesia Cabang Pontianak, serta DM Lion Air Group Wilayah Pontianak.
Salah satu pembahasan utama adalah kemungkinan penyesuaian slot time penerbangan di luar jadwal resmi operasional Bandara Singkawang.
Penyesuaian tersebut mempertimbangkan kondisi jarak pandang yang dinilai lebih ideal pada pagi hari.
Kabut asap yang muncul akibat kondisi karhutla diketahui memengaruhi jarak pandang di kawasan Bandara Singkawang.
Akibat kondisi tersebut, bandara belum melayani penerbangan selama sekitar satu bulan terakhir.
Pembahasan mengenai jadwal penerbangan menjadi bagian dari upaya mencari pola operasional yang dapat menyesuaikan kondisi jarak pandang di sekitar bandara.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan pemulihan penerbangan diperlukan karena penghentian operasional bandara berdampak terhadap aktivitas ekonomi daerah.
“Langkah-langkah ini kami upayakan demi pergerakan perekonomian Kota Singkawang. Selama satu bulan bandara tidak beroperasi, dampaknya sangat terasa pada sektor pariwisata, perhotelan, hingga usaha kuliner dan restoran,” ujarnya.
Menurut Tjhai Chui Mie, Pemerintah Kota Singkawang terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung pemulihan penerbangan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lanud Supadio, AirNav Indonesia, BMKG, dan pihak maskapai yang terlibat dalam pembahasan tersebut.
“Pemkot Singkawang akan terus berkomitmen dan memberi dukungan penuh agar Bandara Singkawang dapat segera beroperasional kembali secara normal seperti sediakala,” tegasnya.
Pemulihan operasional bandara selanjutnya tetap berkaitan dengan kondisi jarak pandang serta situasi kabut asap di kawasan Singkawang.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.