faktakalbar

Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Water Bombing Karhutla Pelang Ketapang Belum Maksimal

Faktakalbar.id - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pelang, Kabupaten Ketapang, belum maksimal karena jarak pandang terganggu kabut asap.

Penulis: Natash Thursday, 24 September 2026 📖 2 menit
Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Water Bombing Karhutla Pelang Ketapang Belum Maksimal
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Pelang, Kabupaten Ketapang. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pelang, Kabupaten Ketapang, belum maksimal karena jarak pandang terganggu kabut asap.

Kondisi tersebut menjadi kendala bagi operasi water bombing yang disiapkan untuk membantu pemadaman dari udara.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau lokasi karhutla di Pelang, Selasa (22/9/2026), bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi kebakaran dan penanganan yang berlangsung di kawasan tersebut.

Norsan mengatakan operasi udara tetap diupayakan untuk membantu pemadaman.

Namun, kondisi jarak pandang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan operasi karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.

“Water bombing tetap kita upayakan. Tetapi karena jarak pandang belum memungkinkan, operasi belum bisa maksimal sampai ke sini,” kata Norsan.

Helikopter Chinook bantuan Jepang juga telah berada di Kabupaten Ketapang untuk mendukung penanganan karhutla.

Namun, helikopter tersebut belum dapat beroperasi secara maksimal karena kondisi jarak pandang belum memenuhi persyaratan operasi.

“Helikopter Chinook sudah berada di Ketapang. Namun belum bisa operasional karena jarak pandang belum maksimal. Mereka mensyaratkan jarak pandang sekitar tiga kilometer agar bisa beroperasi,” ungkapnya.

Dari hasil peninjauan, Norsan menyebut area yang terbakar di Pelang cukup luas.

Menurut dia, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan kosong milik masyarakat yang belum ditanami.

Sementara itu, lahan masyarakat yang telah memiliki tanaman disebut relatif tidak terdampak kebakaran.

“Ini Pelang, Kabupaten Ketapang, cukup luas terbakar. Namun, yang terbakar saya lihat merupakan lahan yang tidak ada rumah penduduk dan rata-rata kebun masyarakat yang belum ditanami. Sedangkan kebun yang sudah ada tanamannya tidak terbakar,” ujarnya.

Selain kendala operasi udara, penanganan di darat juga diperkuat dengan tambahan peralatan pemadam.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan dua unit mesin pemadam berkapasitas besar, tiga unit mesin berkapasitas kecil, serta 10 gulung selang pemadam.

Masing-masing selang memiliki panjang 30 meter dan akan digunakan untuk mendukung pemadaman di lokasi.

Peralatan tersebut ditujukan untuk memperkuat personel gabungan dalam menangani titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Penanganan karhutla di Pelang selanjutnya dilakukan dengan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Ketapang.

Koordinasi tersebut mencakup pemadaman, pencegahan perluasan titik api, serta penanganan dampak kabut asap.

Kondisi jarak pandang akan menjadi salah satu faktor yang menentukan pelaksanaan operasi pemadaman melalui udara berikutnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK