faktakalbar

Kabut Asap Belum Hilang dari Prakiraan Cuaca Kalbar Meski Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan

Faktakalbar.id - Kabut asap masih berpotensi mengganggu jarak pandang di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat

Penulis: Natash Saturday, 10 October 2026 📖 1 menit
Kabut Asap Belum Hilang dari Prakiraan Cuaca Kalbar Meski Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan
BMKG memprakirakan cuaca berawan disertai potensi kabut asap di Kalimantan Barat, dengan peluang hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah

Faktakalbar.id - Kabut asap masih berpotensi mengganggu jarak pandang di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat pada Jumat (9/10/2026), sementara hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sejumlah kabupaten dan kota.

Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Tika, menyebut cuaca pada pagi hingga siang hari secara umum diprakirakan berawan dengan kondisi udara yang masih berkabut asap.

“Untuk pagi hingga siang hari secara umum berawan, namun terdapat kekaburan udara akibat adanya kabut asap,” ujar Tika dalam laporan prakiraan cuaca BMKG Supadio Pontianak di berita pagi RRI Pro 1 Pontianak, Jumat (9/10/2026).

Kekaburan udara akibat kabut asap diperkirakan masih berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

Pada periode tersebut, hujan ringan juga berpeluang turun di sejumlah kabupaten dan kota.

Memasuki malam hingga dini hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Ketapang, Melawi, dan Sekadau.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu.

Angin secara umum diprakirakan bertiup dari tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–35 kilometer per jam.

Suhu udara di Kalimantan Barat diperkirakan berkisar 23–34 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada rentang 53–98 persen.

Tika mengingatkan adanya potensi hujan yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang berdurasi singkat.

Masyarakat perlu memperhatikan perubahan cuaca, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau melakukan perjalanan di wilayah yang mengalami penurunan jarak pandang.

Di sisi lain, kondisi cuaca tersebut berlangsung ketika pemantauan selama 24 jam hingga Jumat mencatat 622 titik panas di Kalimantan Barat.

BMKG juga menyebut indeks potensi karhutla pada periode 9–15 Oktober 2026 berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, terutama di wilayah Kalimantan Barat bagian selatan.

Kondisi tersebut membuat kabut asap dan potensi kebakaran lahan masih perlu diperhatikan bersamaan dengan perkembangan hujan di sejumlah daerah.

Masyarakat diimbau menghindari pembakaran lahan dan melaporkan indikasi kebakaran kepada pihak terkait agar dapat segera ditangani.

Informasi prakiraan cuaca terbaru dapat diakses melalui situs kalbar.bmkg.go.id atau akun Instagram BMKG Kalbar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK