Jarak Pandang Mulai Membaik, Pemkot Singkawang Dorong Maskapai Buka Penerbangan Pagi
Faktakalbar.id - Hujan yang mengguyur Kota Singkawang dalam beberapa hari terakhir memperbaiki jarak pandang di sekitar Bandara Singkawang, meski aktivitas penerbangan masih terhenti akibat kabut asap.
Faktakalbar.id - Hujan yang mengguyur Kota Singkawang dalam beberapa hari terakhir memperbaiki jarak pandang di sekitar Bandara Singkawang, meski aktivitas penerbangan masih terhenti akibat kabut asap.
Secara teknis, status operasional Bandara Singkawang hingga kini masih dibuka atau open.
Namun, penerbangan dari dan menuju Singkawang masih dihentikan sementara setelah kabut asap tebal menyelimuti wilayah tersebut sejak 18 Agustus 2026.
Kondisi visibility di kawasan bandara dinilai lebih mendukung pada pagi hari dibandingkan waktu lainnya.
Situasi tersebut mendorong Pemerintah Kota Singkawang meminta maskapai mempertimbangkan penerbangan pagi untuk rute Jakarta-Singkawang maupun sebaliknya.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi faktor penting dalam menentukan keberlangsungan penerbangan.
Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan penerbangan.
“Kami berharap maskapai dapat mempertimbangkan penerbangan pagi karena jarak pandang lebih mendukung. Tetapi keselamatan penumpang tetap yang utama,” kata Tjhai Chui Mie seusai memimpin rapat evaluasi operasional Bandara Singkawang bersama pihak maskapai dan BMKG Stasiun Singkawang di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (17/9/2026).
Pemkot Singkawang juga berencana melakukan audiensi dengan pihak Lanud Supadio dan AirNav terkait rencana pemasangan Instrument Landing System atau ILS.
Sistem tersebut diharapkan dapat membantu proses pemanduan pesawat ketika melakukan pendekatan menuju landasan pacu, terutama saat jarak pandang mengalami keterbatasan.
Sementara itu, Station Manager TransNusa Airlines Adwi Jalu Wicaksono mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi cuaca.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk melihat kemungkinan pelaksanaan penerbangan pada pagi hari.
“Kami akan koordinasikan rencana penerbangan pagi ini dengan kantor pusat TransNusa di Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya.
Adwi juga menjelaskan status penerbangan pada 18 September 2026 yang telah dibatalkan oleh pihak maskapai.
Menurutnya, pembatalan dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis, sementara hak penumpang tetap diberikan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Refund dikembalikan 100 persen, sedangkan reschedule berlaku tujuh hari sejak pembatalan penerbangan,” katanya.
Penumpang yang terdampak pembatalan diminta menggunakan situs resmi maskapai atau datang langsung ke bandara untuk mengurus pengembalian dana maupun perubahan jadwal penerbangan.
Adwi juga mengingatkan penumpang agar berhati-hati terhadap informasi yang dikirim melalui WhatsApp dan mengatasnamakan pihak maskapai.
“Jangan percaya pesan WhatsApp yang mengatasnamakan maskapai. Pastikan informasi berasal dari saluran resmi,” tegasnya.
TransNusa berharap kondisi cuaca pada 19 September 2026 membaik sehingga penerbangan dari dan menuju Bandara Singkawang dapat kembali dilaksanakan.
Sementara itu, Station Manager Super Air Jet Bartolomeus menyampaikan pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan kantor pusat dan BMKG.
Pemantauan dilakukan terhadap perkembangan cuaca dan kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Singkawang.
Jika kondisi dinilai mendukung, penerbangan pada pagi hari diharapkan dapat kembali dilaksanakan.
Kondisi tersebut membuat keputusan pembukaan kembali penerbangan tetap bergantung pada hasil pemantauan cuaca, jarak pandang, dan pertimbangan keselamatan penerbangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.