faktakalbar

Jarak Pandang di Bawah 1 Kilometer Hambat Water Bombing Karhutla di Kalimantan Barat

Faktakalbar.id - Jarak pandang yang turun hingga kurang dari satu kilometer menghambat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan helikopter MI-172 di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Penulis: Natash Monday, 12 October 2026 📖 2 menit
Jarak Pandang di Bawah 1 Kilometer Hambat Water Bombing Karhutla di Kalimantan Barat
Kondisi jarak pandang yang menurun hingga di bawah satu kilometer menjadi kendala operasi helikopter MI-172 saat memadamkan karhutla di Mempawah. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Jarak pandang yang turun hingga kurang dari satu kilometer menghambat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan helikopter MI-172 di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Kendala tersebut terjadi saat helikopter melakukan pemadaman di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, meskipun kondisi jarak pandang saat berangkat dari Lanud Supadio masih tergolong baik.

Mitra BNPB dari operator PT Gunung Selatan, Andi Cahyo, mengatakan penurunan jarak pandang di lokasi membuat pelaksanaan water bombing tidak berjalan maksimal.

"Saat kami melakukan penerbangan dari Lanud Supadio, kondisi visibility masih sangat baik, namun ketika tiba di lokasi kondisi visibility mulai mengalami penurunan hingga di bawah 1 km, sehingga pelaksanaan water bombing kurang maksimal. Namun, berkat pengalaman dari pilot dan crew kami, Alhamdulillah, kami bisa melakukan misi pemadaman dengan lahan yang berhasil kami padamkan seluas 2 hektare," ujar Andi Cahyo.

Dalam operasi tersebut, helikopter MI-172 bernomor registrasi VN-8424 melakukan satu sortie penerbangan dengan 28 kali penjatuhan air.

Total air yang dijatuhkan mencapai 112.000 liter untuk memadamkan lahan di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

Andi menyebut perkiraan luas lahan terbakar di lokasi itu mencapai 4 hektare, sedangkan area yang berhasil dipadamkan melalui operasi udara tersebut sekitar 2 hektare.

Kendala jarak pandang juga terjadi dalam operasi sebelumnya di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu (10/10/2026).

Menurut Andi, helikopter MI-172 menghadapi kondisi jarak pandang yang menghambat pelaksanaan pemadaman di lokasi tersebut.

Pengalaman di dua lokasi itu memperlihatkan bahwa kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan pemadaman karhutla melalui udara.

Meski operasi di Mempawah berhasil memadamkan sebagian area terbakar, sekitar 2 hektare dari perkiraan total 4 hektare belum tercakup dalam area yang berhasil dipadamkan.

Belum tersedia informasi terperinci mengenai kondisi terkini di Desa Teluk Bakung ataupun tindak lanjut pemadaman untuk sisa lahan di Desa Pasir.

Penyebab kebakaran di kedua lokasi juga belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.

Perkembangan operasi berikutnya diperlukan untuk mengetahui apakah sisa area terbakar telah berhasil ditangani dan apakah kondisi jarak pandang masih menjadi kendala bagi penerbangan pemadaman.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK